Sebelum Perbup Disahkan, Harda Tidak Tau Sudah Ada Data Penerima Dana Hibah Pariwisata

Vitrianda
Mantan Sekretaris Daerah Sleman yang kini menjabat sebagai Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan. Foto: Ist

YOGYAKARTA, iNewsJoglosemar.id - Mantan Sekretaris Daerah Sleman yang kini menjabat sebagai Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi hibah pariwisata di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada Jumat, 23 Januari 2026.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Melinda Aritonang tersebut, Harda membeberkan dinamika di balik layar mengenai penyusunan aturan dan proses pencairan dana yang kini menyeret mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, sebagai terdakwa.

Salah satu poin menarik yang terungkap di hadapan majelis hakim adalah ketika Harda menceritakan pengalamannya menolak permintaan pimpinan kala itu. Ia mengakui pernah menerima perintah untuk segera mencairkan dana hibah tersebut sebelum hari pemungutan suara Pilkada.

Namun, ia memilih untuk tidak melakukannya demi menjaga kondusivitas, mengingat istri dari Sri Purnomo saat itu tengah mencalonkan diri dalam kontestasi politik tersebut. Harda menyampaikan kepada atasannya bahwa pencairan yang terburu-buru berisiko memicu kegaduhan dan potensi masalah hukum di kemudian hari.

Terkait penyusunan Peraturan Bupati Nomor 49 Tahun 2020 yang menjadi landasan penyaluran dana tersebut, Harda menjelaskan bahwa peran Sekretariat Daerah lebih bersifat administratif. Ia menyebutkan bahwa rumusan regulasi biasanya digodok oleh bagian hukum sebelum dilaporkan kepada kepala daerah.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network