Mahasiswa FISIP Undip Bisa Magang di Uni Eropa, Bahkan Ada yang Digaji

Taufik Budi
Mahasiswa FISIP Undip Bisa Magang di Uni Eropa, Bahkan Ada yang Digaji. Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id - Mahasiswa FISIP Universitas Diponegoro kini memiliki peluang lebih besar untuk merasakan pengalaman internasional hingga magang di Uni Eropa. Bahkan, sebagian program magang tersebut disebut memberikan fasilitas pendanaan bagi peserta yang lolos.

Peluang itu mengemuka dalam kegiatan Ambassadorial Lecture bertema EU-Indonesia Relations in a Changing Global Order: Sustainability, Digital Transformation, and Strategic Partnerships yang digelar FISIP Undip, Senin 25 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Head Secretary Delegation of the European Union to Indonesia & Brunei Darussalam, Igor Pronobis, sebagai pembicara utama.

Dekan FISIP Undip Dr Drs Teguh Yuwono mengatakan pihaknya terus mendorong internasionalisasi kampus agar mahasiswa mampu bersaing di level global.

“Hari ini visi Undip ingin menegaskan komitmen kita sebagai fakultas kelas dunia. Salah satu caranya adalah melakukan proses akademik perkuliahan, pembimbingan, pengujian dan juga publikasi dengan tokoh-tokoh berkelas dunia,” ujar Teguh Yuwono

Menurutnya, mahasiswa harus dibiasakan berinteraksi dengan lingkungan internasional agar memiliki kapasitas global.

“Nah, salah satu yang ingin kita dorong adalah membangun tradisi-tradisi berlevel dunia supaya tidak hanya mempersiapkan mahasiswa kita bekerja di tingkat lokal tapi bekerja di tingkat internasional misalnya di lembaga-lembaga baik di ASEAN, di Kedutaan, di pasar dunia,” katanya.

Teguh menyebut Uni Eropa memiliki pengaruh ekonomi besar sehingga penting bagi mahasiswa memahami budaya dan sistem internasional.

Ia juga menegaskan mahasiswa FISIP Undip kini didorong memiliki pengalaman internasional nyata melalui program magang.

“Mahasiswa diberi kesempatan tidak hanya berkomunikasi, berkolaborasi tetapi yang keren kan mereka bisa magang di sana,” ungkapnya.

Bahkan, menurut Teguh, ada program magang tertentu yang memberikan dukungan pembiayaan.

“Magang mahasiswa tidak dibayar, magang alumni yang lulus langsung magang dibayar,” jelasnya.

Selain peluang magang di Uni Eropa, FISIP Undip juga tengah mengembangkan kurikulum internasional khususnya untuk mahasiswa Hubungan Internasional.

“Nanti kan ada semacam pertemuan internasional yang diinisiasi oleh Uni Eropa di Jogja membahas mengenai modul kurikulum mata kuliah yang berhubungan dengan mata kuliah Eropa,” katanya.

Ia menegaskan mahasiswa Hubungan Internasional harus benar-benar memiliki pengalaman global.

“Kita dorong supaya anak-anak HI itu memang betul-betul internasional bukan hanya karena namanya internasional tapi memang punya experience, punya pengalaman dan punya kurikulum internasional,” tegas Teguh.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir FISIP Undip aktif membangun kerja sama dengan berbagai lembaga internasional dan kedutaan besar negara-negara maju.

“EU ini sudah ke-4 apa ke-5 ke sini. Kita kan enggak hanya dengan EU, banyak kedubes-kedubes dari Australia datang, Amerika datang, kemarin dari Jepang juga datang,” ujarnya.

Sementara itu, Igor Pronobis mengatakan Uni Eropa sangat berkomitmen membangun kerja sama antarmasyarakat dengan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan penelitian.

“Uni Eropa sangat berkomitmen dalam membangun kerja sama people to people seperti ini,” kata Igor.

Ia menjelaskan saat ini sudah banyak proyek kerja sama yang berjalan antara Uni Eropa dan Indonesia melalui program Erasmus hingga Horizon.

“Kami bekerja melalui Erasmus. Kami juga bekerja sama melalui Horizon untuk mendorong proyek-proyek riset bersama,” ujarnya.

Selain itu, Uni Eropa juga sedang menyiapkan EU Higher Education Fair yang akan digelar tahun ini.

“Kami juga sedang mempersiapkan EU Higher Education Fair yang akan berlangsung tahun ini dan itu akan menjadi kesempatan lain untuk memperkuat kerja sama yang sudah berjalan cukup baik,” katanya.

Menurut Igor, hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan meski dunia sedang menghadapi ketidakpastian global.

“Kerja sama Uni Eropa dan Indonesia akan tetap kuat meskipun dunia sedang menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Igor menegaskan Indonesia dipandang sebagai partner strategis yang sangat penting bagi Uni Eropa.

“Uni Eropa melihat Indonesia sebagai partner yang sangat penting dan setara,” katanya.

Ia menyebut Indonesia memiliki kekuatan besar dari sisi populasi, sumber daya manusia, hingga posisi geopolitik.

“Indonesia adalah negara dengan potensi manusia yang sangat besar, sumber daya nasional yang besar, dan posisi geopolitik yang penting,” jelas Igor.

Selain itu, Indonesia juga dipandang sebagai demokrasi terkuat di kawasan Asia Tenggara.

“Kami melihat Indonesia sebagai demokrasi terkuat di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Menurut Igor, Uni Eropa ingin terus bekerja sama dengan Indonesia dalam mendukung demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil.

“Kami ingin mendukung proses demokrasi, hak asasi manusia, dan berbagai kebebasan bersama Indonesia,” tandasnya.

 

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network