Ribuan Warga Cukil Kenduri di Jalan Bawah Pohon Besar, Sajikan Ingkung hingga Gudangan 

Taufik Budi
Ribuan Warga Cukil Kenduri di Jalan Bawah Pohon Besar, Sajikan Ingkung hingga Gudangan. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi). 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Pemandangan unik sekaligus sarat tradisi terlihat saat penutupan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ribuan warga berkumpul di jalan yang baru saja selesai dibangun, kemudian menggelar kenduri bersama di bawah rindangnya pohon besar.

Bukan hidangan katering atau jamuan yang disiapkan pemerintah. Warga justru memasak sendiri dari rumah dan membawa aneka makanan untuk disantap bersama. Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.

Beragam makanan tersaji dalam kenduri. Ada ingkung ayam lengkap dengan berbagai lauk-pauk, gudangan sayuran, hingga aneka jajanan. Makanan dari rumah warga itu kemudian dikumpulkan dan dinikmati bersama dalam suasana guyub.

Warga duduk berjejer di sepanjang jalan beton sambil menikmati makanan. Suasana sederhana tersebut justru memperlihatkan kuatnya tradisi kebersamaan masyarakat desa yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.

Kepala Dusun Gombyong Desa Cukil, Muhammad Umar Syafi'i, mengatakan kenduri memang menjadi tradisi warga ketika mendapatkan nikmat maupun menyelesaikan kegiatan yang dianggap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setelah pembangunan atau bersih kali, sebagai wujud rasa syukur telah diberikan kenikmatan rezeki dan sebagainya, itu bisa dilaksanakan di seluruh warga kami,” kata Umar.

Menurut Umar, lokasi kenduri juga menyesuaikan kegiatan yang menjadi objek rasa syukur. Ketika warga selesai melakukan bersih kali, kenduri bisa dilakukan di sekitar sungai. Sementara dalam momentum penutupan TMMD, warga memilih jalan yang baru selesai dibangun.

“Kalau pas acara bersih kali ya di kali itu, di sungai itu. Kalau dalam rangka TMMD ini terutama di jalan,” ujarnya.

Bagi warga, pembangunan jalan tersebut memiliki arti penting. Jalan itu menghubungkan Desa Cukil dengan Desa Kemetul sekaligus menghubungkan dua wilayah kecamatan. Sebelum dibangun, kondisinya hanya berupa jalan bebatuan atau makadam sehingga akses warga tidak nyaman.

“Jalan yang sebelah sana jelek sekali, cuma bebatuan, cuma makadam. Warga tidak pernah lewat jalan yang belum dirabat,” kata Umar.

Jalan tersebut selama ini banyak digunakan warga untuk aktivitas pertanian dan pekerjaan. Warga Desa Kemetul yang bekerja di wilayah Kecamatan Tengaran juga dapat memanfaatkan jalur tersebut sebagai akses yang lebih dekat.

Sebelum jalan diperbaiki, warga harus memutar melalui jalur lain dengan jarak sekitar 5 kilometer. Setelah dibangun, perjalanan dapat dipangkas sekitar 2 hingga 3 kilometer lebih.

“Kalau muter sekitar 5 kilometer. Kalau ini memangkas 2 sampai 3 kilometer lebih, lebih cepat,” ujar Umar.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Zainudin, memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga Desa Cukil dalam menyambut selesainya program TMMD. Ia menilai kenduri bukan sekadar acara makan bersama, melainkan tradisi masyarakat desa yang memiliki nilai syukur dan kebersamaan.

“Saya mengucapkan apresiasi, ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Cukil yang antusias dengan adanya program TMMD ini dan dalam rangka penutupan ini diadakan tasyakuran,” kata Zainudin.

Menurutnya, tasyakuran seperti itu merupakan tradisi yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat kampung. Ketika memperoleh nikmat atau mendapatkan anugerah, masyarakat berkumpul untuk mengungkapkan rasa syukur.

“Tasyakuran ini menjadi seperti tradisi masyarakat di kampung. Masyarakat di kampung ketika mendapatkan nikmat, mendapatkan anugerah itu pasti dilakukan tasyakuran yang seperti ini,” ujarnya.

Zainudin menilai tradisi tersebut memiliki nilai positif karena tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Warga berkumpul, membawa makanan, kemudian makan bersama.

“Ini tradisi yang bagus dan mestinya harus selalu diuri-uri. Alhamdulillah ini di mana-mana terjadi,” kata Zainudin.

Ia juga menyoroti manfaat TMMD bagi pembangunan Kabupaten Semarang. Menurut Zainudin, program tersebut membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah pedesaan.

“Saya tentunya sangat berterima kasih karena program TMMD ini membantu percepatan, akselerasi pembangunan yang ada di Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Zainudin mengatakan percepatan pembangunan melalui TMMD menjadi penting karena pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan anggaran. Dengan adanya kolaborasi bersama TNI, pembangunan yang dibutuhkan masyarakat desa tetap dapat diwujudkan.

“Di tengah-tengah banyaknya beberapa program yang mungkin sebagian belum bisa jalan karena keterbatasan anggaran, TMMD ini sudah membantu sekali, terutama dalam pembangunan di desa-desa,” tegasnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129. Menurutnya, jalan yang dibangun memiliki manfaat besar karena menghubungkan dua desa dan dua kecamatan.

“Jalan ini menghubungkan dua desa, dua kecamatan, mempercepat untuk komunikasi dan juga meningkatkan sarana ekonomi masyarakat terutama di bidang pertanian,” kata Ngesti.

Selain pembangunan jalan sepanjang sekitar 1.265 meter dengan lebar sekitar 3 meter, TMMD di Desa Cukil juga mencakup rehabilitasi 13 rumah tidak layak huni, sarana air bersih, sarana ibadah, pos kampling serta berbagai kegiatan nonfisik.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan TMMD merupakan bentuk kerja sama TNI dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kita ingin menjangkau masyarakat yang ada di pelosok-pelosok. Kita ingin membangun masyarakat Indonesia dari desa. Karena kita tahu bahwa desa adalah pangkal dari pembangunan masyarakat Indonesia,” ujar Achiruddin.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan penutupan selesai, warga kembali berkumpul di bawah pohon besar. Ingkung ayam, lauk-pauk, gudangan sayuran dan jajanan yang dimasak dari rumah masing-masing disantap bersama.

 

 

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network