“Saya bersyukur anak saya bisa tetap sekolah. Bantuan ini membuat saya merasa ada yang ikut memperhatikan perjuangan kami. Saya ingin anak saya terus belajar dan punya kesempatan untuk meraih cita-citanya di tempat yang baik,” tutur Sulastri.
Kisah Sulastri membuktikan bahwa dampak pemberdayaan tidak hanya diukur dari nominal modal atau peningkatan kapasitas usaha. Ada nilai kemanusiaan yang jauh lebih dalam: keyakinan seorang ibu, ruang belajar yang lebih layak bagi anak, serta senyum optimisme masa depan di pelosok desa.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
