BREBES, iNewsJoglosemar.id – Gedung badminton Hogwan di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, roboh pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Bangunan yang tiba-tiba ambruk tersebut menimpa tiga rumah di bagian depan dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Tiga korban tewas dalam peristiwa gedung badminton roboh di Brebes tersebut terdiri dari dua anak-anak dan seorang lanjut usia. Korban ditemukan setelah warga bersama petugas melakukan evakuasi dan pencarian di antara material bangunan.
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardianto, S.E., mewakili Kapolres Brebes, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, gedung badminton yang roboh berada di RT 005 RW 003 Desa Dukuhturi.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Bumiayu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara, pendataan korban serta saksi, dan membantu proses evakuasi,” jelas AKP Edi Mardianto.
Warga Dikejutkan Dentuman Keras
Peristiwa gedung badminton roboh tersebut diketahui setelah warga di sekitar lokasi mendengar suara dentuman keras pada pagi hari.
Sejumlah saksi kemudian keluar rumah untuk memastikan sumber suara. Mereka mendapati gedung badminton Hogwan telah roboh dan material bangunan berserakan hingga menimpa rumah-rumah di bagian depan.
Warga yang mendekati lokasi kemudian menemukan dua anak tertimpa reruntuhan bangunan.
Kedua korban langsung dievakuasi oleh warga dan petugas untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya diketahui merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi gedung badminton Hogwan.
“Dua korban pertama yang ditemukan merupakan anak-anak. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.
Pencarian Berlangsung Hingga Siang
Proses evakuasi tidak berhenti setelah dua korban ditemukan. TNI-Polri bersama Tim SAR, BPBD Kabupaten Brebes, dan masyarakat terus melakukan pencarian serta membersihkan material bangunan.
Petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun di bawah reruntuhan gedung badminton.
Upaya pencarian dan pembersihan puing berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam proses tersebut, petugas kembali menemukan seorang korban di bawah material bangunan.
Korban ketiga diketahui bernama Kajat, laki-laki berusia 82 tahun, warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Bumiayu.
Dengan ditemukannya Kajat, total korban meninggal dunia akibat gedung badminton Hogwan roboh di Brebes mencapai tiga orang.
Ketiga korban terdiri dari dua anak-anak dan satu orang lanjut usia.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Proses evakuasi dan pencarian dilakukan bersama-sama oleh TNI, Polri, Tim SAR, BPBD, dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap berhati-hati dan tidak mendekati lokasi bangunan yang masih berpotensi membahayakan,” tutur AKP Edi.
Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Selain menelan korban jiwa, robohnya gedung badminton Hogwan juga menyebabkan kerugian materiil.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50 juta.
Polsek Bumiayu bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas melakukan pendataan, pemeriksaan saksi, serta memastikan area sekitar tetap aman.
Polisi Larang Warga Mendekati Bangunan
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati lokasi gedung badminton yang roboh.
Imbauan tersebut disampaikan karena masih terdapat bagian bangunan yang berdiri dan berpotensi runtuh. Kondisi bangunan yang sudah cukup lama juga menjadi perhatian petugas.
“Kami mengimbau kepada warga sekitar dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati area bangunan yang roboh maupun bagian bangunan yang masih berdiri. Mengingat kondisi bangunan yang sudah lama, dikhawatirkan masih terdapat material atau bagian bangunan yang rawan runtuh dan dapat membahayakan keselamatan,” ujar Iptu Syaiful Hidayat.
Ia juga meminta masyarakat tidak memasuki atau berada terlalu dekat dengan lokasi selama proses pembersihan dan penanganan masih berlangsung.
Masyarakat diminta mematuhi arahan petugas yang berada di lokasi untuk menghindari munculnya korban tambahan.
“Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Kami meminta warga untuk tidak mengambil risiko dengan mendekati atau memasuki area yang telah diberi batas oleh petugas. Apabila melihat kondisi bangunan atau material yang berpotensi membahayakan, segera menjauh dan melaporkannya kepada petugas,” pungkas Iptu Syaiful Hidayat.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
