SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Polda Jawa Tengah berhasil membongkar sebuah sindikat perjudian togel yang beroperasi secara rapi dan terstruktur. Jaringan ini tidak hanya beroperasi di satu wilayah, melainkan menyebar lintas kabupaten/kota, mulai dari Demak, Grobogan, hingga Semarang.
Dalam konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jateng, Selasa (20/10/2026), Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan membeberkan bagaimana sindikat ini bekerja. Operasi yang digelar pada 9-10 Oktober 2026 itu berhasil membekuk 10 tersangka dengan pembagian peran yang sangat jelas, mulai dari pengepul, kurir, hingga bandar.
"Kami berharap setelah jaringan ini diungkap, praktik togel di Semarang tidak lagi beroperasi," tegas Kapolda.
Demak: Pusat Penghimpun Taruhan
Jaringan ini bermula dari Kabupaten Demak. Pada Sabtu (10/10/2026) dini hari, petugas menangkap tiga tersangka yang berperan sebagai penerima dan penghimpun angka taruhan dari masyarakat maupun pengecer.
Uniknya, jenis togel yang dimainkan bukanlah undian lokal, melainkan merujuk pada hasil undian luar negeri seperti Singapura, Hong Kong, dan Sydney. Dari lokasi ini, penyidik menyita 8.416 kupon togel.
Grobogan: Jalur Distribusi Para Kurir
Kupon-kupon tersebut kemudian didistribusikan ke wilayah lain. Polisi meringkus dua kurir di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Keduanya bertugas mengantar kupon togel dari Demak kepada pengecer di Grobogan.
Untuk mengelabui petugas, mereka menggunakan mobil Daihatsu Gran Max. Petugas menyita dua kotak besi berisi total 421 bendel kupon togel. Berdasarkan rilis Polda Jateng, kedua kurir ini bekerja dengan upah sekitar Rp110.000 per hari.
Semarang: Sarang Para Bandar
Puncak dari jaringan ini berada di Kota Semarang. Dari penggerebekan sebuah rumah kontrakan di Jalan Batan Miroto pada Jumat malam (9/10/2026), polisi mengamankan lima orang yang berperan sebagai penjual, pengepul, hingga bandar pusat.
Dari lokasi ini, penyidik menyita barang bukti paling banyak, yakni 43.250 bendel kupon togel serta uang tunai sebesar Rp19.650.000. Tidak hanya itu, penyidik juga menelusuri aliran dana dengan memblokir lima rekening dengan total saldo mencapai Rp1,94 miliar.
Modus Kunci Gembok Elektrik
Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini sangat berhati-hati. Berdasarkan barang bukti, kupon togel yang sudah terkumpul dikunci menggunakan gembok elektrik dan dimasukkan ke dalam peti besi.
Pendistribusian kupon dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan aparat. Setelah sampai di tangan bandar, kupon akan diundi dan dihitung untuk menentukan pemenang.
Atas kejahatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 426 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 9 tahun atau denda maksimal Rp2 miliar.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
