Senyum Ibu Muda Sefti, 5 Tahun Tak Pulang Kampung Kini Bisa Mudik Gratis

BANDUNG, iNEWSJOGLOSEMAR.ID — Senyum merekah di wajah Sefti Nurwati (38) kala namanya terdaftar sebagai salah satu peserta mudik gratis dari Bandung ke kampung halamannya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ia akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarga setelah hampir lima tahun tak pulang ke desa.
"Terakhir mudik sebelum Covid-19," ungkap Sefti, saat ditemui sebelum keberangkatan di Lapangan Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Kamis (27/3/2025).
Selama ini, Sefti hanya bisa menahan rindu pada orang tua dan kerabat di kampung. Bertahun-tahun merantau di Kota Bandung, ia terpaksa menunda mudik karena keterbatasan ekonomi. Namun, tahun ini harapannya terkabul berkat program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Baznas dan sejumlah mitra.
Sefti menjadi satu dari sekitar 1.100 perantau dari Bandung Raya yang mendapat fasilitas mudik gratis ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebanyak 22 bus disiapkan untuk mengantar para perantau pulang ke kampung halaman mereka.
Tak hanya Sefti, Sunarti (60), perantau asal Karanganyar juga merasakan kebahagiaan yang sama. "Senang baru sekali ini ikut mudik gratis. Harapannya tahun depan ada lagi. Terima kasih sekali sudah diberi keringanan naik bus mudik gratis," ucapnya haru.
Ketua Paguyuban Cah Karanganyar Rantau (Cakra) di Bandung, Waluyo, menyebutkan ada 50 perantau Karanganyar yang ikut rombongan bus mudik gratis tahun ini. Mayoritas adalah pedagang kecil yang selama ini harus berpikir ulang untuk pulang kampung.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT) Bandung Raya, Farhan Juniaji menegaskan bahwa program ini sangat membantu masyarakat bawah. Ia mengatakan, peserta mudik gratis sebagian besar adalah pekerja informal.
"Ada 17 persen ojek online, 17,6 persen karyawan swasta, 11 persen pedagang kaki lima, 11 persen asisten rumah tangga, dan sisanya adalah guru ngaji, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya," jelas Farhan.
Farhan bahkan mencontohkan ada satu keluarga pemulung dari Cikarang yang akhirnya bisa mudik setelah lima tahun tidak pulang. "Dijemput dan dibantu relawan, alhamdulillah bisa mudik juga tahun ini," ungkapnya.
Ia berharap ke depan jumlah bus bisa diperbanyak, sebab masih banyak perantau yang belum terakomodasi, khususnya tujuan Rembang, Pati, Blora, dan Kudus.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang turut melepas para pemudik, mengajak mereka memanfaatkan rezeki mudik ini dengan bijak. "Nanti uangnya bisa buat modal usaha di kampung, agar ekonomi keluarga bisa lebih baik," pesannya.
Ia bahkan menawarkan kepada para pemudik yang berprofesi sebagai pemulung, bila ingin kembali menetap di Jateng, pemerintah siap memfasilitasi. "Dicek datanya, kalau mau pulang ke Jateng, kita bantu agar bisa hidup lebih baik," ujar Taj Yasin.
Program mudik gratis ini menjadi oase bagi para perantau yang lama merindukan suasana kampung halaman. Mereka pulang tak hanya membawa koper dan oleh-oleh, tapi juga harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Editor : Enih Nurhaeni