QRIS Permudah Transaksi di Bazar Ramadan, UMKM Tak Lagi Repot Cari Uang Kembalian

Menurut Bunda Yani, pembayaran dengan QRIS mengurangi antrean panjang yang sering terjadi saat jam sibuk. “Biasanya kalau pakai uang tunai, butuh waktu buat menghitung dan memberi kembalian. Dengan QRIS, mereka tinggal scan, pembayaran langsung masuk, dan pelanggan lain bisa segera dilayani,” jelasnya.
Dia juga menilai tren cashless semakin meningkat, terutama di kalangan pekerja kantoran dan generasi muda. “PNS yang datang ke sini banyak yang beli dalam jumlah besar. Mereka lebih memilih pakai QRIS karena lebih praktis, nggak perlu bawa uang tunai dalam jumlah banyak,” katanya.
Koordinator Rumah BUMN Semarang, Endang Sulistiawati, menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. “Kami terus mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi pembayaran digital. Dengan QRIS, transaksi lebih cepat, aman, dan praktis,” jelas perempuan yang biasa dipanggil Tia itu.
Tia menambahkan bahwa Rumah BUMN Semarang telah membina lebih dari 7.000 UMKM di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. “Kami memberikan pelatihan tentang pemasaran digital, fotografi produk, hingga packaging agar UMKM bisa lebih kompetitif,” ungkapnya.
Dalam bazar tersebut, tidak hanya Indah yang merasakan manfaat pembayaran digital. Banyak pelaku UMKM lain juga memanfaatkan QRIS untuk melayani pembeli dengan lebih cepat dan efisien.
Selain mendukung transaksi digital, BRI juga membuka stan layanan yang menyediakan 20 paket sembako tebus murah bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan.
Editor : Enih Nurhaeni