get app
inews
Aa Text
Read Next : Tips Hadapi Aquaplaning di Jalur Pantura, Dilarang Panik dan Jangan Rem Mendadak

Surya dan Angin Mengubah Wajah Pantura

Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:59 WIB
header img
Surya–Angin Mengubah Wajah Pantura. Foto: Taufik Budi

Ekonomi Hijau

Dampak langsung dari ekosistem energi hijau adalah tumbuhnya green jobs di wilayah perkotaan hingga perdesaan. “Dalam konteks kota menengah seperti Semarang, dampaknya bisa langsung dirasakan. Proyek energi hijau mendorong munculnya green jobs, mulai dari perakitan panel surya, pemeliharaan turbin angin, hingga monitoring digital berbasis Internet of Things (IoT),” bebernya.

Studi Bank Dunia memperkuat hal itu: setiap 1 MW energi terbarukan menghasilkan 40–60 lapangan kerja langsung, belum termasuk multiplier effect di sektor jasa, perdagangan, dan rantai pasok. Jika proyek seperti Pujasera direplikasi di 100 kota menengah, potensi penciptaan lapangan kerja baru dapat mencapai puluhan ribu dalam lima tahun.

Inisiatif berbasis komunitas dianggap sangat menarik bagi investor hijau karena dinilai berisiko rendah, berkelanjutan, dan memiliki dampak sosial nyata. “Dengan partisipasi publik yang tinggi, proyek seperti Pujasera dinilai berkelanjutan dan inklusif. Ini adalah faktor yang sangat dicari investor global,” jelas Jaka sambil sesekali melihat catatannya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek PLTS–PLTB hybrid tidak dapat bergantung pada satu pihak saja. “Pemerintah menyediakan regulasi dan insentif fiskal, seperti pembebasan bea impor panel surya atau kredit hijau berbunga rendah. Kemudian BUMN dan swasta bertindak sebagai katalis investasi dan transfer teknologi,” terangnya.

“Selanjutnya adalah komunitas dan UMKM berperan sebagai pengguna sekaligus pengelola energi, agar proyek tidak berhenti pada tahap percontohan,” lanjut pria asal Yogyakarta itu.

Konsep tersebut dikenal sebagai Just Energy Transition — sebuah transisi energi yang tidak hanya mengejar penurunan emisi, tetapi juga memastikan keadilan sosial dan pemerataan manfaat ekonomi. Masyarakat bukan sekadar penerima dampak, tetapi menjadi aktor utama dalam revolusi energi nasional.

Esok harinya, perjalanan saya berlanjut ke kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah tak jauh dari lokasi Pujasera Energi. Saya disambut oleh Diah Ayu Ratna Sari, ST, MT, Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan ESDM Provinsi Jawa Tengah, yang langsung mengajak masuk ke ruangannya dan menunjukkan diagram potensi energi dan peta provinsi.

“Terkait peran peserta masyarakat, yang pertama tentunya masyarakat ini memang kita libatkan. Tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek pembangunan,” tegasnya.

Menurut Diah, keterlibatan masyarakat harus dimulai dari peningkatan pengetahuan dan pemahaman. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya transisi energi serta manfaat penggunaan EBT.

“Karena EBT ini adalah sesuatu yang baru. Jadi kita perlu memahamkan masyarakat. Karena ketika masyarakat itu paham, tentunya masyarakat akan lebih mudah menerima,” jelasnya.

Ia menambahkan, adaptasi masyarakat terhadap teknologi baru tidak selalu mudah. Karena itu pendekatan edukatif menjadi kunci.

Diah memaparkan bahwa masyarakat yang dilibatkan tidak hanya warga pengguna langsung, namun juga industri, akademisi, hingga pelajar. Semuanya dihimpun melalui Forum Energi Daerah (FED) yang dibentuk untuk mempercepat transisi energi dan mengejar target Net Zero Emission 2060.

“Ini kita ada satu forum, namanya Forum Energi Daerah. Di mana forum itu memang kita untuk mempercepat transisi energi dan juga target kita di 2060 adalah net zero emission,” ujarnya.

FED melibatkan berbagai unsur dalam skema hexahelix seperti pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas/masyarakat sipil, media, dan lembaga keuangan/filantropi. Dari kalangan akademisi juga termasuk melibatkan pelajar SMK sebagai kelompok strategis.

“Pelajar juga kita edukasi, di mana pelajar itu kita bekali praktik-praktik terkait maintenance dan operasional terkait PLTS Atap,” kata Diah.

Untuk mendukung itu, ESDM Jateng membangun PLTS Atap di sekolah-sekolah agar siswa dapat praktik langsung mengoperasikan dan melakukan perawatan sistem energi surya.

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut