Tips Hadapi Aquaplaning di Jalur Pantura, Dilarang Panik dan Jangan Rem Mendadak
Untuk mengurangi risiko tersebut, Oke membagikan sejumlah tips yang perlu dilakukan pengendara motor saat menghadapi aquaplaning di jalan basah, yakni:
1. Menutup gas secara perlahan, tanpa gerakan mendadak, agar putaran mesin turun secara bertahap dan motor tetap stabil.
2. Tidak melakukan pengereman ekstrem, baik rem depan maupun belakang, dan membiarkan momentum motor berkurang secara alami.
3. Menjaga posisi motor tetap tegak, dengan setang lurus dan tanpa manuver berbelok atau memiringkan motor hingga ban kembali mendapatkan cengkeraman.
4. Mengatur fokus pandangan, dengan mengarahkan mata ke area jalan yang lebih kering atau aman, bukan ke genangan atau hambatan di depan.
Dalam berkendara saat hujan, Oke menegaskan bahwa antisipasi jauh lebih penting dibandingkan pemulihan. Aspal yang basah tidak lagi ramah, sehingga kecepatan rendah sekalipun bisa berbahaya jika pengendara tidak memahami manajemen risiko.
“Kecepatan 40 km/jam di kondisi basah bisa jauh lebih berbahaya daripada 80 km/jam di kondisi kering jika Anda tidak memahami manajemen risiko,” ujar Oke.
“Ingat, ban motor kita adalah satu-satunya titik kontak dengan bumi. Jika kita memaksanya berhenti saat ban sedang mengapung, berarti kita sedang mengundang petaka. Turunkan kecepatan sebelum masuk genangan, bukan saat sudah di dalamnya”, tutup Oke.
Editor : Enih Nurhaeni