get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Honda CB650R di Jateng Rp316 Juta, Nyaman dan Penuh Fitur Canggih

Tips Hadapi Aquaplaning di Jalur Pantura, Dilarang Panik dan Jangan Rem Mendadak

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:10 WIB
header img
Tips Hadapi Aquaplaning di Jalur Pantura, Dilarang Panik dan Jangan Rem Mendadak. Foto: Ilustrasi/Ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Jalur Pantura atau Jalur Pantai Utara masih menjadi urat nadi utama pergerakan logistik di Indonesia. Namun, saat musim hujan tiba, jalur ini menyimpan risiko serius bagi pengendara motor. Aspal maupun beton yang tertutup air dapat memicu aquaplaning, kondisi berbahaya yang kerap diremehkan.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Oke Desiyanto, menjelaskan aquaplaning atau hydroplaning terjadi ketika ban motor kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air. Dalam kondisi tersebut, ban yang seharusnya mampu membelah air justru mengapung di atas permukaan jalan.

Menurut Oke, risiko aquaplaning di Jalur Pantura meningkat akibat sejumlah faktor. Kecepatan tinggi menjadi salah satu pemicu utama, terutama saat pengendara memacu motor di atas 60 kilometer per jam ketika kondisi jalan terlihat sepi. Selain itu, ban yang sudah tipis atau botak tidak lagi memiliki alur yang cukup untuk membuang air.

Karakter permukaan jalan Pantura juga memperbesar risiko. Adanya cekungan kecil serta perbedaan tinggi antara aspal dan beton sering menampung air dan menjadi titik rawan aquaplaning bagi pengendara motor.

Oke mengingatkan, kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pengendara saat motor terasa goyang atau melintasi genangan adalah menarik tuas rem secara mendadak. Pada kondisi aquaplaning, roda tidak memiliki traksi atau cengkeraman terhadap aspal. Jika pengereman mendadak dilakukan, terutama menggunakan rem depan, roda akan langsung terkunci karena tidak ada gesekan antara ban dan permukaan jalan.

Akibatnya, motor bisa terpelanting atau mengalami lowside dalam seketika. Di jalur sepadat Pantura, jatuh di tengah jalan sangat berbahaya karena berisiko tertabrak kendaraan besar dari belakang.

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut