Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wakapolda hingga Kapolrestabes Semarang Berganti, Ini 13 Pejabat Baru Polda Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswi PTN Surakarta Jadi Korban Deepfake AI, Foto Pribadi Diubah Jadi Konten Pornografi

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:34 WIB
  • author Taufik Budi
Mahasiswi PTN Surakarta Jadi Korban Deepfake AI, Foto Pribadi Diubah Jadi Konten Pornografi
Mahasiswi PTN Surakarta Jadi Korban Deepfake AI, Foto Pribadi Diubah Jadi Konten Pornografi. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Surakarta, berinisial E, menjadi korban dugaan pelecehan digital setelah foto wajahnya diduga dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi konten pornografi.

Kasus tersebut kini dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Polda Jawa Tengah. Kuasa hukum E, Zainal Petir, mengatakan puluhan foto kliennya diduga dimanipulasi sehingga tampak seolah-olah korban tampil tanpa busana.

Tak hanya foto, terdapat pula dua video manipulasi yang menampilkan wajah korban dalam adegan seksual. Zainal menegaskan seluruh konten tersebut merupakan hasil rekayasa digital dan tidak pernah dilakukan oleh korban.

"Puluhan foto diedit menjadi tidak senonoh menggunakan AI. Wajah asli milik korban, badan posisi berdiri diedit telanjang bulat. Kemudian, ada dua video manipulasi yang sedang melakukan adegan hubungan badan dengan berbagai posisi. Fotonya E ini diedit menggunakan AI. Fotonya wajahnya dia, tapi leher ke bawah punya orang lain," kata Zainal Petir.

Menurut Zainal, persoalan tersebut mulai diketahui korban sejak 1 Januari 2026. E kemudian menerima teror dari sejumlah akun Instagram anonim yang mengirimkan foto-foto hasil manipulasi tersebut melalui pesan langsung atau direct message (DM).

Korban sempat mencoba mencari tahu dari mana foto-foto tersebut diperoleh. Salah satu akun anonim mengaku mendapatkannya dari sebuah grup Telegram. Namun, ketika ditanya nama grup, akun tersebut tidak memberikan jawaban.

Awalnya E memilih mengabaikan teror tersebut karena mengetahui foto-foto itu merupakan hasil manipulasi. Namun, gangguan tersebut semakin mengkhawatirkan karena berpotensi merusak nama baik dan berdampak terhadap kondisi psikologis korban.

Atas kejadian tersebut, E kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan didampingi Zainal Petir. Laporan dugaan tindak pidana tersebut telah disampaikan kepada jajaran siber Polda Jawa Tengah.

"Dengan kejadian ini korban sudah melaporkan dugaan pornografi ke Ressiber Polda Jateng, yang pelakunya sampai sekarang masih diselidiki," ujar Zainal.

Zainal mengatakan penanganan kasus tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Penyidik Siber disebut telah melakukan profiling terhadap pihak yang diduga berkaitan dengan penyebaran konten manipulasi tersebut.

"Sudah ada peningkatan penanganan. Penyidik Siber sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi," lanjutnya.

Menurut Zainal, kasus ini menunjukkan bahwa teknologi AI dapat disalahgunakan untuk menyerang seseorang melalui rekayasa konten digital. Dampaknya tidak berhenti pada dunia maya, tetapi juga dapat menyeret korban pada persoalan psikologis dan ancaman pencemaran nama baik.

Karena itu, ia meminta penyidik mengusut kasus tersebut secara maksimal dan mengungkap pihak yang berada di balik pembuatan serta penyebaran konten manipulasi tersebut.

"Saya minta supaya Direktur Siber Polda Jawa Tengah untuk segera bekerja maksimal. Petunjuk-petunjuk sudah sangat jelas. Saya yakin pelaku akan terungkap," kata Zainal.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan. Identitas pihak yang diduga menjadi pelaku belum disampaikan secara resmi oleh penyidik.

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut