get app
inews
Aa Text
Read Next : 942 Santri dan Pengasuh Pesantren Berebut Beasiswa Jateng, Begini Ujiannya

Teror Deepfake AI Diduga Sasar 7 Perempuan di Jateng, Polisi Sudah Lakukan Profiling

Selasa, 28 Juli 2026 | 07:47 WIB
header img
Teror Deepfake AI Diduga Sasar 7 Perempuan di Jateng, Polisi Sudah Lakukan Profiling. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kasus dugaan pelecehan digital menggunakan teknologi deepfake AI yang menimpa seorang mahasiswi di Surakarta diduga tidak hanya memiliki satu korban. Kuasa hukum korban, Zainal Petir, menyebut sedikitnya ada tujuh orang yang diduga menjadi sasaran manipulasi konten digital.

Para korban disebut saling mengenal karena pernah bersekolah di SMAN 1 Cepu, Kabupaten Blora. Dari tujuh korban tersebut, empat di antaranya disebut merupakan mahasiswi yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Semarang, sedangkan tiga lainnya berada di Solo, termasuk korban berinisial E.

Menurut Zainal, konten yang diduga dibuat menggunakan teknologi AI tidak hanya menyasar satu orang. Sejumlah foto dan video milik korban lain juga disebut telah dimanipulasi menjadi konten bermuatan seksual.

"Menurut keterangan E, ada 6 korban lain yang dimanipulasi. Kesemuanya teman satu SMAN Cepu, Blora," kata Zainal Petir.

Zainal mengatakan dugaan tersebut semakin serius karena konten manipulasi diduga menyasar sejumlah perempuan yang memiliki hubungan pertemanan sejak sekolah menengah.

Kasus ini bermula dari laporan E setelah menerima teror melalui sejumlah akun Instagram anonim. Akun-akun tersebut mengirimkan foto hasil manipulasi AI melalui pesan langsung.

E kemudian mencari tahu asal konten tersebut. Salah satu akun anonim mengaku mendapatkannya dari grup Telegram, tetapi tidak memberikan informasi mengenai nama grup ketika ditanya lebih lanjut.

Zainal menyebut penyidik Siber Polda Jawa Tengah telah melakukan profiling terhadap kasus tersebut. Dari proses itu, dugaan mengenai pihak yang berada di balik manipulasi dan penyebaran konten mulai mengerucut.

Bahkan, Zainal menduga petunjuk yang ditemukan penyidik mengarah kepada seorang mahasiswa. Namun, ia menegaskan identitas tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik untuk mengungkapkannya.

"Dari hasil profiling yang dilakukan penyidik, para korban diketahui saling mengenal karena pernah bersekolah satu SMA, yakni SMAN 1 Cepu," jelasnya.

"Saya yakin penyidik bisa mengungkap kasus ini karena petunjuk-petunjuknya sudah cukup jelas," ungkap Zainal.

Meski mengaku telah memiliki dugaan mengenai pihak yang mungkin terlibat, Zainal meminta publik tidak berspekulasi mengenai identitas calon pelaku sebelum penyidik menyelesaikan proses penyelidikan.

"Namun untuk identitas pelaku, kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik sampai proses penyelidikan selesai," tegasnya.

Zainal juga meminta Dittipidsiber Polda Jawa Tengah mengusut kasus tersebut secara maksimal. Menurutnya, pengungkapan kasus penting dilakukan bukan hanya untuk memberikan perlindungan kepada para korban, tetapi juga mencegah kasus serupa kembali terjadi.

"Saya minta supaya Direktur Siber Polda Jawa Tengah untuk segera bekerja maksimal. Petunjuk-petunjuk sudah sangat jelas. Saya yakin pelaku akan terungkap," katanya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan saksi disebut menjadi salah satu tahapan yang akan dilakukan penyidik setelah proses profiling.

Identitas pihak yang diduga menjadi pelaku belum diumumkan secara resmi. Karena itu, dugaan keterlibatan seseorang dalam kasus tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut