Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan UMKM Semarang Ikuti Pelatihan Ritel, Bupati Tekankan Mentalitas Pengusaha
Advertisement . Scroll to see content

Blank Spot di Jateng Masih Membentang, Kawasan Padat Masih Jadi Incaran Semarang

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:31 WIB
  • author Taufik Budi
Blank Spot di Jateng Masih Membentang, Kawasan Padat Masih Jadi Incaran Semarang
Blank Spot di Jateng Masih Membentang, Kawasan Padat Masih Jadi Incaran Semarang. Foto: ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kesenjangan akses internet atau blank spot masih menjadi persoalan di Jawa Tengah. Bagi penyedia layanan internet yang tahun ini memasuki usia ke-26 seperti Biznet, membangun jaringan hingga ke pelosok bukan sekadar menanam kabel.

ASM Territory I Biznet, Ageng Prastya, mengakui bahwa jangkauan jaringan mereka belum sepenuhnya merata. Sejumlah area di pinggiran hingga pelosok dinilai masih sulit dijangkau. Kontur geografis yang menantang dan tingginya biaya infrastruktur menjadi tembok pembatas.

"Untuk blank spot saya kira masih banyak, terutama di Jawa Tengah. Ada beberapa area yang mungkin ada di pinggiran atau daerah yang cukup terpencil itu kita belum ada ke arah sana," ujar Ageng saat ditemui di Semarang, Rabu (21/10/2026).

Pernyataan tersebut menjadi cermin bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia tidak berjalan di ruang hampa. Ada hitungan untung-rugi yang harus dipertimbangkan perusahaan.

Menurut Ageng, pihaknya terus menjalankan pemetaan bersama tim properti untuk menentukan area mana yang memungkinkan untuk segera digarap.

"Tantangan ke depan adalah area yang belum kita expand akan kita expand supaya lebih masif. Yang jelas kita harus mengikis gap digital. Mereka yang ingin berlangganan tapi belum bisa karena belum ter-cover, sebisa mungkin kita cover," tegasnya.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa penggelaran jaringan masih berpusat di wilayah dengan tingkat kepadatan pengguna tinggi. Di Kota Semarang, pelanggan Biznet mayoritas terkonsentrasi di kawasan Semarang Tengah dan Tembalang. 

Kedua wilayah ini dinilai memiliki dinamika ekonomi yang tinggi, mulai dari sektor UMKM, pertokoan, hingga perumahan. Kawasan seperti ini menjadi magnet karena tingginya permintaan dan lebih mudah dijangkau dari sisi investasi.

Ke depan, Ageng menyebut pihaknya masih mematangkan progres penggelaran infrastruktur di kawasan BSB Semarang. Mulai dari area kawasan industri, pasar modern, hingga menyasar perumahan komunal. 

Dari sisi segmentasi, sekitar 70 persen pelanggan berasal dari sektor retail perumahan, sementara 30 persen sisanya dari sektor bisnis atau B2B. Angka ini membuktikan bahwa pasar perumahan masih menjadi tulang punggung pendapatan, sehingga wajar jika ekspansi lebih diarahkan ke wilayah dengan potensi ekonomi yang jelas.

Regional Manager Jateng 1 Biznet, Risna Prayuda, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya mendekatkan layanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menambah cabang baru di area yang dinilai potensial. 

"Kita ada satu penambahan branch baru untuk meng-cover area di BSB Semarang. Kita masih terus progres di perumahan-perumahan di sana. Karena kita melihat kebutuhan internet di sana semakin hari semakin tinggi," jelas Risna.

Saat ini, terdapat enam cabang Biznet yang tersebar di Semarang dan sekitarnya, mulai dari Pedurungan Tengah, Srondol, Ungaran, Randugarut, Sendang Mulyo, hingga Semarang Techno Center. Keberadaan cabang-cabang ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan jaringan di wilayah Jawa Tengah.

Jalan menuju pemerataan akses internet di Jawa Tengah memang masih panjang. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan penyedia layanan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak hanya berputar di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh desa-desa dan daerah terpencil yang selama ini berada di zona blank spot.

 

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut