Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wakapolda hingga Kapolrestabes Semarang Berganti, Ini 13 Pejabat Baru Polda Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Angkat Sejarah Maritim, 600 Siswa Sekolah Alam Ar Rido Semarang Unjuk Gigi di Panggung Budaya

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:17 WIB
  • author Taufik Budi
Angkat Sejarah Maritim, 600 Siswa Sekolah Alam Ar Rido Semarang Unjuk Gigi di Panggung Budaya
Angkat Sejarah Maritim, 600 Siswa Sekolah Alam Ar Rido Semarang Unjuk Gigi di Panggung Budaya. Foto: ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kekayaan laut Indonesia kerap luput dari sorotan. Selama ini, tema kekayaan hutan dan daratan lebih sering diangkat dalam pembelajaran maupun panggung budaya. Melihat hal itu, Sekolah Alam Ar Rido Semarang memilih melawan arus.

Mengusung tema besar Menjelajah Jejak Menjaga Maritim Indonesia, sekira 600 siswa dari tingkat Playgroup (PG) hingga SMA unjuk gigi dalam gelaran Indonesian Culture.

Direktur Sekolah Alam Ar Rido Semarang, Mia Inayati Rahmania, menjelaskan alasan di balik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, sebagai negara kepulauan, identitas maritim adalah ruh dari bangsa ini.

"Iya, karena ada pemikiran begini. Kita tuh negara kepulauan yang dikelilingi oleh air, maka sebutan maritim itu sangat khas dengan Indonesia," ujar Mia, Sabtu (17/10/2026).

Ia memaparkan, jauh sebelum penjajah datang, Indonesia sudah dikenal sebagai negara maritim yang disegani. Kapal-kapal dan armada lautnya yang kokoh menjadi saksi bisu kejayaan tersebut.

"Kaitannya dengan bagaimana bangsa-bangsa datang ke Indonesia, pedagang datang untuk mengambil rempah-rempah. Dengan perjalanan laut mereka masuk. Indonesia juga sudah dikenal sebagai negara maritim kala itu dengan angkatan lautnya yang luar biasa, yang kokoh sampai hari ini saja masih diteliti kapal-kapal yang dibuat di zaman dahulu kala," jelasnya.

"Semuanya memang Indonesia sangat lengkap sekali. Cuma yang maritim ini kok kurang. Sehingga kemudian harapannya anak-anak dengan belajar dari sejarah, kelak mereka besar akan menjaga maritim Indonesia," tambah MIa.

Ruang Kolaborasi Siswa, Orang Tua, dan UMKM

Indonesian Culture tahun ini bukan sekadar pertunjukan seni di atas panggung. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi raksasa yang melibatkan seluruh ekosistem sekolah.

"Semua terlibat dari PG, playgroup, TK, SD, SMP, SMM setara SMA. Total banyak sekali, hampir 600 orang," ungkapnya.

Tidak hanya siswa, para orang tua juga mengambil peran vital. Menurut MIa, acara ini adalah ruang pertemuan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan orang tua, hingga siswa dengan komunitas.

"Karena kita juga kemudian mengundang UMKM," katanya.

Proses di balik panggung meriah ini tidak instan. Para siswa mendalami tema maritim selama dua bulan di dalam kelas. Sesuai level usia, guru mengambil subtema yang berbeda-beda. Hasilnya dituangkan dalam pertunjukan panggung, stan galeri literasi, hingga sajian makanan olahan hasil maritim.

"Tapi kalau persiapan untuk panggung dan lain sebagainya sekitar dua minggu. Di sela-sela belajar, pulang sekolah, istirahat," jelasnya.

Agenda Tahunan yang Selalu Berganti Tema

Gelaran ini merupakan agenda tahunan Sekolah Alam Ar Rido. MIa menyebut, tema yang diangkat selalu berganti untuk memperkaya wawasan siswa.

"Tahun lalu kita mengusung tema Pangeran Diponegoro. Tahun sebelumnya kita juga mengusung tema-tema Semarang. Khusus Semarang," katanya.

Menurutnya, Semarang memiliki keunikan dan sejarah perjuangan yang kuat. Hal ini bisa dilihat dari sisa-sisa peninggalan di Kota Lama yang menjadi media pembelajaran bagi anak-anak.

"Dengan sisa-sisa peninggalannya kita bisa melihat dan di situ anak-anak belajar bagaimana perjuangan kita bangsa Indonesia menghadapi penjajahan di Kota Semarang," pungkasnya.

"Speechless, Anak Saya Jauh Lebih Berani"

Perubahan positif para siswa ternyata dirasakan langsung oleh orang tua. Melalui pesan di grup WhatsApp Keluarga Besar SMP Ar Ridho, Daira Yumnaa Muli Sembadra, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa terharunya.

"Aaahhh jadi terharu di colek mamanya Mba Daira, tadi nonton juga bisa mrembes mili. Alhamdulillah Terimakasih Bapak Ibu guru sudah mendidik Wangga jadi betah d sekolah, happy sekali jadi tim dekor," ujarnya.

Daira menyoroti perubahan besar pada anaknya. Ia mengaku sang anak kini jauh lebih percaya diri dibandingkan saat masih duduk di bangku SD.

"Banyak bgt perkembangan dari kalem takut ketinggian, skrg meyakinkan saya 'skrg kaka berani bun, aman bismillah'. Speechless... Hari ini anak2 SMP Aridho luar biasaaaa," tambahnya.

Hal senada disampaikan Fathiya Titah. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru dan pelatih (coach) yang dinilainya tidak pernah kehabisan energi untuk membimbing siswa.

"Pertama, terimakasih banyak kami sampaikan kpd bapk ibu guru & coach smp ar ridho yang seperti biasanya, keren tiada tara, sama spt anak2, energinya nggak habis2," tulisnya.

Senada dengan itu, Daira juga menyampaikan rasa kagumnya terhadap dedikasi para pengajar yang telah all out membersamai para siswa.

"Setuju sekali dengan semua yg disampaikan buibu/pakbapak di sini. Kami mengucapkan banyak2 terimakasih dan apresiasi tak hingga kagem Bapak dan Ibu guru SMP Alam Arridho Semarang, untuk all out nya membersamai dan memacu anak2 mengeluarkan kemampuan terbaiknya," ungkapnya.

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut