Alat Plasma Ozon Undip Bantu Stabilkan Harga Cabai di Temanggung
TEMANGGUNG, iNewsJoglosemar.id – Alat plasma ozon hasil inovasi Universitas Diponegoro (Undip) dinilai mampu membantu petani menstabilkan harga cabai di Kabupaten Temanggung dengan memperpanjang umur simpan hasil panen dan mengurangi tekanan jual saat panen raya.
Teknologi tersebut diserahkan Undip melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Rabu (21/1/2026).
Ketua LPPM Undip, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., menyampaikan bahwa penyerahan alat plasma ozon merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.
Ia menjelaskan, Undip terus mendorong agar hasil-hasil penelitian dosen dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, termasuk fluktuasi harga komoditas pertanian.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebermanfaatan Undip melalui Program Kemiskinan dan Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan diimplementasikan melalui LPPM Undip,” ujar Suherman.
Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM Undip, Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa alat plasma ozon merupakan inovasi karya Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, dosen Fakultas Sains dan Matematika Undip. Alat ini berfungsi utama untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian, terutama cabai.
Menurutnya, cabai yang umumnya hanya bertahan sekitar tiga hari dapat disimpan hingga satu minggu atau lebih setelah melalui proses plasma ozon. Jika dikombinasikan dengan penyimpanan berpendingin, daya simpan cabai bahkan dapat mencapai dua hingga tiga bulan.
“Dengan umur simpan yang lebih panjang, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen secara cepat saat panen raya. Harga bisa lebih stabil dan petani memiliki kendali atas waktu penjualan,” jelasnya.
Editor : Enih Nurhaeni