Alat Plasma Ozon Undip Bantu Stabilkan Harga Cabai di Temanggung
Firmansyah menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas pendapatan petani sekaligus menjaga harga cabai tetap wajar bagi konsumen. Dalam jangka panjang, teknologi ini juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengapresiasi kontribusi Undip yang dinilai tepat sasaran dengan kebutuhan daerah. Ia menyebut Desa Campurejo memiliki potensi pertanian yang beragam, termasuk komoditas cabai, sehingga teknologi pascapanen sangat dibutuhkan.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, menjelaskan bahwa keunggulan lain dari teknologi plasma ozon adalah kemampuannya mengurangi pembusukan dan residu pestisida pada produk pertanian.
“Produk pertanian yang sebelumnya ditanam secara konvensional dapat memiliki kualitas setara produk organik setelah proses pencucian ozon,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kualitas yang lebih baik membuat produk pertanian lebih mudah diterima pasar modern, dengan nilai jual dan kandungan gizi yang tetap terjaga.
Selain plasma ozon, Undip juga menyerahkan alat pengering surya hasil inovasi Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., yang dirancang dengan sistem hibrida tenaga matahari dan inframerah. Alat ini mempercepat proses pengeringan komoditas pertanian seperti kopi, jagung, dan gabah, terutama di musim hujan.
Pada tahap awal, baru satu unit alat yang diserahkan, sementara unit lainnya masih dalam proses penyelesaian. Ke depan, Undip menargetkan teknologi ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi kerugian pascapanen di wilayah pedesaan.
Editor : Enih Nurhaeni