get app
inews
Aa Text
Read Next : Emang Boleh Se-Canggih Itu? Software Undip Ini Bisa Deteksi Kualitas Citra Medis Secara Auto

Alat Plasma Ozon Undip Bantu Stabilkan Harga Cabai di Temanggung

Jum'at, 23 Januari 2026 | 06:27 WIB
header img
Alat Plasma Ozon Undip Bantu Stabilkan Harga Cabai di Temanggung. Foto: Ist

TEMANGGUNG, iNewsJoglosemar.id – Alat plasma ozon hasil inovasi Universitas Diponegoro (Undip) dinilai mampu membantu petani menstabilkan harga cabai di Kabupaten Temanggung dengan memperpanjang umur simpan hasil panen dan mengurangi tekanan jual saat panen raya.

Teknologi tersebut diserahkan Undip melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Rabu (21/1/2026).

Ketua LPPM Undip, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., menyampaikan bahwa penyerahan alat plasma ozon merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.

Ia menjelaskan, Undip terus mendorong agar hasil-hasil penelitian dosen dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat, termasuk fluktuasi harga komoditas pertanian.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebermanfaatan Undip melalui Program Kemiskinan dan Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan diimplementasikan melalui LPPM Undip,” ujar Suherman.

Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM Undip, Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa alat plasma ozon merupakan inovasi karya Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, dosen Fakultas Sains dan Matematika Undip. Alat ini berfungsi utama untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian, terutama cabai.

Menurutnya, cabai yang umumnya hanya bertahan sekitar tiga hari dapat disimpan hingga satu minggu atau lebih setelah melalui proses plasma ozon. Jika dikombinasikan dengan penyimpanan berpendingin, daya simpan cabai bahkan dapat mencapai dua hingga tiga bulan.

“Dengan umur simpan yang lebih panjang, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen secara cepat saat panen raya. Harga bisa lebih stabil dan petani memiliki kendali atas waktu penjualan,” jelasnya.

Firmansyah menambahkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas pendapatan petani sekaligus menjaga harga cabai tetap wajar bagi konsumen. Dalam jangka panjang, teknologi ini juga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengapresiasi kontribusi Undip yang dinilai tepat sasaran dengan kebutuhan daerah. Ia menyebut Desa Campurejo memiliki potensi pertanian yang beragam, termasuk komoditas cabai, sehingga teknologi pascapanen sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, menjelaskan bahwa keunggulan lain dari teknologi plasma ozon adalah kemampuannya mengurangi pembusukan dan residu pestisida pada produk pertanian.

“Produk pertanian yang sebelumnya ditanam secara konvensional dapat memiliki kualitas setara produk organik setelah proses pencucian ozon,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kualitas yang lebih baik membuat produk pertanian lebih mudah diterima pasar modern, dengan nilai jual dan kandungan gizi yang tetap terjaga.

Selain plasma ozon, Undip juga menyerahkan alat pengering surya hasil inovasi Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., yang dirancang dengan sistem hibrida tenaga matahari dan inframerah. Alat ini mempercepat proses pengeringan komoditas pertanian seperti kopi, jagung, dan gabah, terutama di musim hujan.

Pada tahap awal, baru satu unit alat yang diserahkan, sementara unit lainnya masih dalam proses penyelesaian. Ke depan, Undip menargetkan teknologi ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi kerugian pascapanen di wilayah pedesaan.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut