get app
inews
Aa Text
Read Next : PAD Belum Sesuai Harapan, Bupati Ngesti Nugraha Soroti Parkir dan Pariwisata

PUK Undip Satukan Tokoh Lintas Agama, Bahas Kerukunan dan Perkuat Persaudaraan

Kamis, 25 Juni 2026 | 10:25 WIB
header img
PUK Undip Satukan Tokoh Lintas Agama, Bahas Kerukunan dan Perkuat Persaudaraan. Foto: ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Sejumlah tokoh agama dari berbagai keyakinan bertemu dengan akademisi Universitas Diponegoro (Undip) dalam Sarasehan Lintas Agama bertema “Kebersamaan Membangun Interaksi Harmonis dan Kolaborasi Produktif” yang diselenggarakan Persekutuan Umat Kristiani (PUK) Undip, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang digelar di lingkungan kampus Undip tersebut menjadi ruang dialog, refleksi, dan perjumpaan lintas iman untuk memperkuat persaudaraan, membangun komunikasi yang sehat, serta mendorong kerja sama produktif di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sarasehan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa perbedaan agama, budaya, maupun latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk bekerja sama,” kata Ketua Panitia Robertmi Jumpakita Pinem, S.AB., MBA., Ph.D.

Sarasehan dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Paskah PUK Undip 2026. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial bukanlah penghalang untuk bekerja sama.

Sebaliknya, perbedaan dipandang sebagai modal sosial yang mampu memperkuat persatuan serta menciptakan kehidupan yang damai, inklusif, dan produktif.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, para peserta menyoroti pentingnya transformasi pribadi, sosial, dan ekologis sebagai fondasi membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

Transformasi pribadi diwujudkan melalui pembentukan karakter yang terbuka, kritis, dan siap berinteraksi dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Sementara transformasi sosial dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan yang melahirkan pengenalan, empati, rasa percaya, dan kolaborasi antarkelompok masyarakat.

Tidak hanya membahas hubungan antarumat beragama, sarasehan juga menyoroti isu lingkungan sebagai bagian penting dari tanggung jawab bersama.

Para peserta menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab manusia kepada Tuhan Sang Pencipta yang perlu diwujudkan melalui aksi nyata dan kerja sama lintas sektor.

“Kolaborasi lintas agama dan lintas sektor dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sejumlah tokoh lintas agama hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Mereka antara lain Bahruddin atau Gus Din dari Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah (KBQT) Salatiga, Dewa Artayasa dari PHDI Semarang, Budiyanto M.Pd dari kalangan umat Buddha Semarang, Ws. Andi Gunawan S.T., M.Pd dari umat Konghucu Semarang, Pdt. Christiono Riyadi S.I.P., S.Th., M.M dari Sinode GKJ, serta Romo Ibnu Fajar Muhammad MSF dari Paroki Semarang Indah.

Dari kalangan akademisi, hadir Dekan Fisip Undip, Teguh Yuwono, serta Prof. Sriyana selaku fungsionaris PUK Undip.

Kehadiran para tokoh tersebut memperkaya diskusi mengenai pentingnya dialog dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

Sementara itu, sejumlah tokoh senior PUK Undip yakni Prof. Ari Pradanawati, Prof. Sriyana, Prof. Didik Wisnu Wijayanto, dan Dr. Agung Janika Sitasiwi bertindak sebagai tim penasihat sekaligus tim perumus hasil sarasehan yang diketuai Prof. Widiyanto.

Melalui forum tersebut, PUK Undip menegaskan bahwa harmoni tidak cukup diwujudkan melalui slogan toleransi semata.

Perlu ada langkah nyata berupa dialog yang berkelanjutan, perjumpaan yang tulus, serta kerja sama yang menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Perjumpaan lintas iman dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kepercayaan di tengah keberagaman.

Selain mempererat hubungan antarpemeluk agama, sarasehan juga diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Hasil diskusi dan rekomendasi yang dirumuskan dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan pengembangan program-program kolaboratif di masa mendatang,” tambah Sekretaris Nani Kitti Sihaloho, M.S.

Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, seluruh peserta diajak menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun bangsa yang damai, adil, sejahtera, dan bermartabat.

Melalui dialog, kerja sama, dan saling menghormati, para tokoh agama dan akademisi meyakini bahwa kehidupan yang harmonis dapat terus dirawat sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut