Polisi Ungkap Motif Geng Tawuran Rekam Aksi di Jalan Raya Mangkang, demi Cari Pengakuan
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Aksi tawuran di Jalan Raya Arteri Mangkang, Kota Semarang, Minggu (2/8/2026) dini hari, yang melibatkan kelompok remaja di wilayah Semarang-Kendal ternyata tidak hanya dilakukan untuk menyerang kelompok lain. Polisi menemukan adanya motif mencari eksistensi dan pengakuan melalui media sosial.
Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir mengatakan, sejumlah anggota kelompok sengaja merekam aktivitas mereka, termasuk aksi yang berkaitan dengan tawuran.
Menurut Anwar, rekaman tersebut kemudian digunakan untuk menunjukkan keberadaan kelompok kepada orang lain.
"Tujuan mereka itu memang untuk mem-publish dan untuk menunjukkan jati dirinya, untuk adanya pengakuan," ujar Anwar, Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan, ada pemahaman yang keliru di kalangan remaja bahwa kemampuan membawa senjata tajam membuat sebuah kelompok dianggap lebih kuat dan lebih dikenal.
Kondisi tersebut kemudian mendorong anggota kelompok untuk menunjukkan eksistensinya melalui media sosial.
"Kalau mereka sampai level bisa membawa senjata itu sehingga itu akan menarik perhatian buat yang lain, anak-anak yang lain untuk bisa bergabung dengan kelompoknya," jelasnya.
Menurut Anwar, pola tersebut menjadi perhatian kepolisian karena media sosial dapat digunakan untuk memperluas pengaruh kelompok dan menarik remaja lain untuk bergabung.
Dalam kasus tawuran di Jalan Raya Arteri Mangkang, polisi telah mengamankan 12 orang. Dari jumlah tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara 17 pelaku lainnya masih diburu.
Polda Jateng mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk pergaulan dan penggunaan media sosial.
Editor : Enih Nurhaeni