Strategi Polda Jateng Cegah Karhutla saat Puncak Musim Kemarau, Patroli hingga Pantau Hotspot
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Polda Jawa Tengah mengerahkan sejumlah strategi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama puncak musim kemarau 2026. Mulai dari mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas, memperkuat patroli di kawasan rawan, memanfaatkan pemantauan hotspot berbasis teknologi, hingga menyiagakan personel dan peralatan pemadam sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas.
Strategi tersebut diterapkan menyusul meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca yang semakin panas, kondisi lahan yang kering, serta angin yang mempercepat penyebaran api di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan evaluasi Polda Jateng selama periode 1–11 Juli 2026, tercatat 16 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah. Sebagian besar kebakaran terjadi pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ketika suhu udara berada pada titik tertinggi. Selain menimbulkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah, insiden tersebut juga menyebabkan satu korban jiwa di Kabupaten Batang yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Sebagai langkah mitigasi, Polda Jateng mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat di wilayah yang rawan terjadi kebakaran. Patroli juga ditingkatkan di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan kosong, terutama pada jam-jam yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran.
Di sisi lain, koordinasi lintas instansi terus diperkuat bersama BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan pemerintah daerah guna mempercepat deteksi dini maupun penanganan apabila ditemukan titik api.
Polda Jateng juga menyiagakan personel beserta sarana pendukung pemadaman, termasuk kendaraan Water Cannon untuk membantu penanganan darurat di lokasi tertentu. Pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi turut dioptimalkan agar respons petugas di lapangan dapat dilakukan lebih cepat. Selain upaya pencegahan, kepolisian memastikan akan melakukan penegakan hukum terhadap setiap kasus kebakaran yang terbukti terjadi akibat unsur kesengajaan maupun kelalaian.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran," ujar Artanto dalam keterangan resminya di Mapolda Jateng, Senin (13/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar karena kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya titik api.
"Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar akibat tiupan angin dan mengancam lahan pertanian, kawasan hutan, bahkan permukiman warga," tegasnya.
Artanto juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area yang dipenuhi rumput atau vegetasi kering, serta lebih berhati-hati saat menggunakan api di ruang terbuka.
"Banyak kebakaran berawal dari kelalaian yang dianggap sepele. Karena itu mari lebih bijak dalam menggunakan api, terutama saat cuaca panas dan kering seperti sekarang ini," jelasnya.
Ia turut mengajak masyarakat segera melaporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran, maupun pemerintah setempat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian. Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar," pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni