Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 200 Korban PHK di Jepara Belajar Digital Marketing hingga AI, Disiapkan Jadi Lebih Mandiri
Advertisement . Scroll to see content

Undip Kawal Mimpi UMKM Desa Kenteng Jadi Penopang Wisata Bandungan

Selasa, 15 September 2026 | 12:00 WIB
  • author Taufik Budi
Undip Kawal Mimpi UMKM Desa Kenteng Jadi Penopang Wisata Bandungan
Mahasiswa Undip melakukan pelatihan pemasaran digital dan branding produk pada pelaku UMKM. Foto: ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id -  Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, berada di jalur strategis kawasan wisata Bandungan. Potensi lokalnya beragam, mulai dari wisata alam, perkebunan bunga, hingga produk UMKM. Beberapa produk yang menonjol antara lain Tahu Serasi, Torakur yang merupakan olahan tomat khas Bandungan, serta Batik Shibori.

Produk-produk itu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi lokal yang dapat dikembangkan sebagai pendukung aktivitas pariwisata. Namun, UMKM di desa ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari efisiensi proses produksi, standardisasi kerja, pemasaran digital, branding produk, hingga pencatatan keuangan usaha.

Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program penguatan pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kenteng. Program ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, kemampuan pengelolaan usaha, serta pemasaran UMKM sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan Desa Kenteng sebagai desa wisata berbasis potensi lokal.

Kegiatan dilaksanakan melalui skema Iptek bagi Desa Binaan Undip (IDBU) dengan mengangkat tema “Penguatan Sistem Pengelolaan UMKM di Desa Kenteng untuk Mendukung Pembangunan Desa Wisata (SDG 8)” yang berlangsung sejak bulan Juli hingga Agustus 2026.

Tim pengabdian diketuai oleh Prof. Purnawan Adi Wicaksono, S.T., M.T., dengan anggota Prof. Dr. Diana Puspita Sari, S.T., M.T., Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc., dan Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si. Program menyasar tiga UMKM yang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda, yaitu Omah Tahu Sehat Asri Serasi, UMKM Torakur, dan Batik Shibori SIDOMAJU. Kegiatan ini dibantu oleh mahasiswa Undip yang kemudian dikonversi dalam mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Efisiensi Produksi lewat Lean Manufacturing dan Kaizen

Pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan sistem pengelolaan usaha secara menyeluruh. Pada aspek produksi, tim menggunakan pendekatan lean manufacturing dan Kaizen.

“Pendampingan pada peningkatan efisiensi proses produksi dilakukan dengan pendekatan lean manufacturing dan Kaizen,” kata Prof. Purnawan Adi Wicaksono.

Tim melakukan optimalisasi penggunaan alat produksi, seperti optimalisasi spinner di Omah Tahu Serasi, pemberian alat tusuk tomat di UMKM Torakur, dan pemberian troli ergonomis di Batik Shibori untuk mendukung proses kerja yang lebih efektif serta mengurangi aktivitas manual yang berlebihan.

Penerapan 5S, yang meliputi Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, turut diperkenalkan untuk membangun lingkungan kerja yang lebih tertata, bersih, aman, dan konsisten.

“Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan kerja yang terus diterapkan oleh pelaku UMKM setelah program pengabdian selesai,” lanjut Prof. Dr. Diana Puspita Sari.

Pemasaran Digital dan Pencatatan Keuangan

Pada aspek pengelolaan usaha, tim memberikan penguatan terkait pemasaran digital, branding produk, dan pencatatan keuangan sederhana. UMKM didampingi dalam pemanfaatan media digital, pengembangan identitas visual dan kemasan, penyusunan katalog produk digital, serta strategi pemasaran yang dikaitkan dengan potensi Desa Kenteng sebagai kawasan wisata.

Pendampingan pada aspek keuangan mencakup pencatatan transaksi secara sederhana, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, penghitungan margin keuntungan, serta penyusunan laporan keuangan sederhana.

“Dengan pencatatan yang lebih sistematis, pelaku UMKM diharapkan dapat mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang lebih terukur,” sambung Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.

Menurut tim, integrasi antara peningkatan produktivitas, digitalisasi pemasaran, dan pengelolaan keuangan menjadi penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pasarnya. Kehadiran wisatawan di kawasan Bandungan dinilai membuka peluang bagi produk lokal Desa Kenteng untuk berkembang menjadi bagian dari pengalaman wisata dan oleh-oleh khas daerah.

Pemerintah Desa Kenteng juga menjadi mitra dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengembangan ekonomi lokal sekaligus mendorong optimalisasi potensi dan aset desa sebagai ruang pengembangan UMKM.

“Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-8, Decent Work and Economic Growth, khususnya melalui peningkatan produktivitas UMKM, penguatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal,” kata Lisa’ Yihaa Roodhiyah, S.Si., M.Si.

Melalui program IDBU tersebut, Universitas Diponegoro berharap UMKM Desa Kenteng semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing yang lebih baik. Dalam jangka panjang, penguatan UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat posisi produk lokal sebagai salah satu daya tarik dalam pengembangan Desa Kenteng sebagai desa wisata yang berkelanjutan.

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut