get app
inews
Aa Text
Read Next : Prosesi Haru Pelepasan Jenazah Raja PB XIII, Jokowi Saksikan di Loji Gandrung

Angkutan Barang Dibatasi Melintas 16 Hari saat Lebaran 2026, Ini Penjelasannya

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:30 WIB
header img
Angkutan Barang Dibatasi Melintas 16 Hari saat Lebaran 2026, Dirjen Hubdat Beri Penjelasan. (Foto: Taufik Budi).

SOLO, iNewsJoglosemar.id – Pemerintah menetapkan pembatasan operasional angkutan barang selama 16 hari pada masa Angkutan Lebaran 2026, yakni 13 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan dan Penyeberangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan menegaskan bahwa pembatasan ini bukan bentuk pelarangan total, melainkan langkah pengaturan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

“Pembatasan angkutan barang ini bukan melarang, tetapi mengatur. Pergerakan masyarakat meningkat signifikan saat Lebaran, sehingga negara harus hadir untuk memastikan kelancaran dan keselamatan,” ujarnya saat rapat koordinasi di Terminal Tirtanadi Solo, Sabtu (14/2/2026).

Berdasarkan hasil survei, peningkatan pergerakan masyarakat diperkirakan mulai 14 Maret dengan puncak arus mudik pada 18 Maret. Sementara arus balik masih tinggi hingga 29 Maret.

Meski survei menunjukkan potensi penurunan pergerakan sebesar 1,7 persen dibanding tahun lalu, pemerintah tidak ingin lengah. Tahun sebelumnya, survei memprediksi 146 juta pergerakan, namun realisasi mencapai sekitar 150 juta pergerakan.

“Realisasi bisa melampaui survei. Karena itu, persiapan harus maksimal,” tegas Aan.

Dalam materi paparan SKB, angkutan barang yang dibatasi operasionalnya meliputi:

1. Kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih

2. Kereta tempelan

3. Kereta gandengan

Sementara angkutan barang dua sumbu tetap dapat beroperasi, kecuali yang mengangkut hasil tambang, galian (tanah, pasir, batu), serta bahan bangunan seperti besi, semen, dan kayu.

Adapun kendaraan sumbu tiga atau lebih yang dikecualikan tetap dapat beroperasi apabila mengangkut:

1. Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG)

2. Barang pokok

3. Pupuk

4. Hewan ternak

5. Bantuan penanganan bencana alam

Kendaraan yang mendapat pengecualian wajib dilengkapi surat muatan resmi dan tidak boleh mengalami over dimension dan over loading (ODOL).

Untuk mendukung implementasi pembatasan, pemerintah daerah telah menyiapkan kantong parkir bagi kendaraan sumbu tiga ke atas yang terdampak kebijakan. Kendaraan yang masih melintas saat masa pembatasan akan diarahkan ke lokasi tersebut agar tidak mengganggu arus mudik.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mesh area atau tempat istirahat tambahan di sepanjang jalur Pantura dan tol Jakarta–Semarang–Solo. Mesh area memanfaatkan masjid, jembatan timbang, kantor pemerintah, dan fasilitas daerah guna mengantisipasi kepadatan rest area.

“Jika rest area di tol penuh, masyarakat bisa keluar dan menggunakan mesh area yang disiapkan pemerintah daerah,” jelasnya.

Data evaluasi menunjukkan pembatasan angkutan barang pada Lebaran tahun lalu menurunkan angka kecelakaan sekitar 13 persen, termasuk penurunan fatalitas.

Selain pembatasan angkutan barang, pemerintah juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas lain seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap yang akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi lapangan.

“Semua kebijakan ini berbasis data dan kajian. Tujuannya satu, memastikan mudik berjalan lancar dan aman,” pungkas Aan.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut