Massa Demo Tolak Ditemui Komisi B DPRD Jateng, Pilih Bubar dan Siap Turun Lagi
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Semarang Raya di depan kantor DPRD Jawa Tengah berakhir tanpa dialog, Kamis (9/4/2026). Massa memilih meninggalkan lokasi setelah menolak ditemui anggota Komisi B.
Mahasiswa sejak awal menegaskan bahwa tuntutan mereka ditujukan kepada Komisi A DPRD Jawa Tengah. Ketidaksesuaian pihak yang hadir membuat massa menilai dialog tidak akan menyentuh substansi persoalan.
Koordinator lapangan aksi menyampaikan sikap tegas sebelum massa membubarkan diri.
“Kami menarik diri dari aksi hari ini, dan akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar serta tuntutan yang lebih tegas,” ujarnya.
Aksi ini merupakan bagian dari konsolidasi aliansi mahasiswa Semarang Raya yang sebelumnya merencanakan unjuk rasa dengan estimasi sekitar 800 peserta dari berbagai kampus.
Dalam rencana aksi, massa menargetkan Kantor Gubernur Jawa Tengah yang bersebelahan dengan Kantor DPRD di Jalan Pahlawan sebagai titik utama penyampaian aspirasi.
Adapun tuntutan mahasiswa meliputi desakan kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan perkara 157/PUU-XXIII/2025, penolakan keterlibatan militer di jabatan sipil, hingga isu nasional lainnya.
Mahasiswa juga menuntut pengusutan kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus, reformasi peradilan militer, pencopotan Panglima TNI, penghentian represivitas terhadap sipil, serta permintaan maaf dari Presiden dan Panglima TNI.
Sesuai rencana, massa berkumpul di kampus masing-masing sebelum bergerak ke Kantor Pos Johar sebagai titik konsolidasi. Aksi kemudian dilanjutkan dengan konvoi melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Semarang.
Sementara itu, anggota Komiso B DPRD Jateng, Muhaimin, yang menemui pendemo mengaku akan meneruskan tuntutan para mahasiswa ke pimpinan dewan hingga DPR RI.
Ratusan polisi masih bersiaga di lokasi ketika para pendemo mulai berjalan pergo. Sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan beragam tuntutan masih tertinggal di lokasi.
Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, menyampaikan apresiasi kepada peserta aksi. Ia memastikan aksi berlangsung aman dan kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.
Setelah aksi berakhir, massa membubarkan diri secara tertib. Arus lalu lintas di kawasan Jalan Pahlawan dan Simpang Lima yang sempat dialihkan juga telah kembali normal.
Meski aksi hari ini berakhir damai, mahasiswa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar hingga tuntutan mereka direspons pihak yang berwenang.
Editor : Enih Nurhaeni