Skandal Narkoba Keluarga, Mertua dan Menantu Perempuan Kompak Selundupkan Sabu ke Lapas
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kasus penyelundupan narkotika ke Lapas Kedungpane, Kota Semarang, mengungkap fakta mencengangkan. Dua perempuan yang diamankan aparat ternyata memiliki hubungan keluarga sebagai ibu mertua dan menantu.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengungkap kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.
Tim Unit I Subdit 2 melakukan observasi hingga akhirnya mengamankan AP di area parkiran lapas pada Kamis (24/4/2026). Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua paket sabu yang disembunyikan di telapak kaki kiri pelaku serta tujuh butir ekstasi.
Dari hasil pemeriksaan, AP mengaku mendapatkan barang tersebut dari ANF yang merupakan ibu mertuanya dengan imbalan Rp1,5 juta. Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan ANF yang berperan sebagai pengendali jaringan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil tindak lanjut laporan masyarakat dan menunjukkan adanya jaringan yang terorganisir.
“Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Modus yang digunakan cukup rapi, di mana pelaku menyembunyikan narkotika di bagian tubuh untuk menghindari pemeriksaan.”
Ia juga menegaskan peran ANF sebagai pengendali jaringan sekaligus penghubung dengan narapidana di dalam lapas.
“Pelaku kedua berperan sebagai pengendali sekaligus penghubung dengan jaringan di dalam lapas. Ia menerima imbalan yang dijanjikan sebesar Rp 7,5 juta, yang sebagian telah diterima. Saat ini kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.”
Kabid Humas Polda Jawa Tengah menilai keterlibatan keluarga dalam kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat.
“Peredaran narkoba saat ini tidak mengenal latar belakang, bahkan melibatkan relasi keluarga. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan sesaat.”
Editor : Enih Nurhaeni