Abrasi Mengancam, 38 Ribu Pohon Ditanam untuk Jaga Bumi Pesisir Semarang
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id - Kawasan pesisir utara Kota Semarang menghadapi tekanan serius akibat perubahan iklim, mulai dari kenaikan muka air laut hingga abrasi pantai. Kondisi geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa membuat wilayah ini membutuhkan langkah perlindungan yang terukur dan berkelanjutan.
Upaya menjaga ekosistem pesisir tidak lagi sekadar wacana, melainkan menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi ruang hidup masyarakat. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan lingkungan.
Melalui momentum peringatan Hari Bumi, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Semarang menggelar aksi penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara operasional dan keberlanjutan lingkungan.
Penanaman dipusatkan di kawasan Sheet Pile Tambak Mulyo, wilayah Ring 1 perusahaan yang berada di Kelurahan Tanjung Mas. Sepanjang 2025 hingga April 2026, tercatat lebih dari 38.200 pohon telah ditanam di kawasan tersebut, termasuk 1.200 tanaman hias dalam kegiatan terbaru.
Langkah ini tidak hanya berfungsi memperkuat sabuk hijau pesisir untuk menahan abrasi, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata bahari. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas hingga instansi pemerintah.
Kegiatan ini melibatkan unsur Kecamatan Semarang Utara, Kelurahan Tanjung Mas, hingga pelajar sekolah dasar yang turut ambil bagian sebagai bentuk edukasi lingkungan sejak dini.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto, menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan.
“Semangat masyarakat di wilayah Ring 1 kami serta dukungan dari para mitra merupakan bentuk kepedulian yang patut kita apresiasi. Selaras dengan tema 'Our Power, Our Planet', kami ingin kekuatan operasional kami senantiasa berdampingan dengan tekad untuk merawat bumi dan tumbuh bersama lingkungan yang tangguh,” tuturnya, Jumat (24/4/2026).
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, menyebut program penghijauan yang berjalan rutin memberikan dampak langsung bagi wilayah pesisir.
“Kegiatan penghijauan yang dilakukan oleh PLN Indonesia Power selama ini selalu berjalan kontinyu setiap tahun, sehingga wilayah kami menjadi semakin teduh, hijau, dan lebih terlindungi dari ombak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam pengendalian dampak perubahan iklim.
“Langkah nyata ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat seperti ini menjadi motor penggerak utama dalam pengendalian perubahan iklim di Kota Semarang,” pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni