get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari Ini Puncak Arus Mudik Lebaran 2026, 56 Ribu Penumpang Padati KA di Daop 4 Semarang

Kronologi Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Dirut KAI Sebut Awalnya dari Tabrakan Taksi

Selasa, 28 April 2026 | 07:59 WIB
header img
Kronologi Kecelakaan KA di Bekasi Timur, Dirut KAI Sebut Awalnya dari Tabrakan Taksi. Foto: iNews.id/Aldhi Candra

 

JAKARTA, iNewsJoglosemar.id – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkap kronologi awal kecelakaan kereta yang terjadi di kawasan Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026). Peristiwa tragis tersebut diduga bermula dari tabrakan sebuah taksi di jalur perlintasan langsung (JPL) 85 yang kemudian memicu gangguan sistem persinyalan.

Menurut Bobby, insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan diawali dengan adanya temperan atau benturan taksi Green SM berwarna hijau di jalur perlintasan tersebut. Gangguan itu diduga berdampak langsung terhadap sistem operasional perkeretaapian di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

“Kejadian ini jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi Green SM itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur terganggu,” ujar Bobby, dikutip dari akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026).

Akibat gangguan tersebut, kecelakaan antara kereta jarak jauh dan KRL tidak dapat dihindari. Tabrakan itu menyebabkan kepanikan besar, proses evakuasi panjang, hingga gangguan perjalanan kereta api di jalur padat tersebut.

Meski demikian, Bobby menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan seluruh proses investigasi detail kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KAI memilih menunggu hasil resmi investigasi agar penyebab pasti kecelakaan dapat dipastikan secara menyeluruh.

“Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini,” ungkapnya.

Dalam insiden tersebut, sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 80 orang mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi masih terus berlangsung hingga Selasa dini hari.

Selain korban meninggal dan luka-luka, Bobby juga mengungkapkan masih ada sekitar enam hingga tujuh orang yang terjebak di dalam rangkaian kereta. Tim evakuasi terus bekerja keras untuk mengevakuasi korban dari badan kereta yang mengalami kerusakan parah.

“Di dalam kereta sekitar 6-7 orang yang masih terjebak di dalam kereta. Kemudian bagian dari Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan sudah ditarik mundur,” jelasnya.

Petugas gabungan dari KAI, kepolisian, petugas medis, dan tim penyelamat dikerahkan untuk mempercepat proses penyelamatan. Sementara itu, perjalanan KRL Manggarai-Cikarang juga mengalami gangguan dan untuk sementara hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

 

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut