get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Jamaah Salat Id di Alun-Alun Kebumen, Aparat TNI Pastikan Ibadah Khusyuk

Atap Bocor dan Dinding Rapuh, Rumah Suparno Dibedah Pasukan TMMD Sragen

Selasa, 28 April 2026 | 15:35 WIB
header img
Atap Bocor dan Dinding Rapuh, Rumah Suparno Dibedah Pasukan TMMD Sragen. Foto: Ist

 

SRAGEN, iNewsJoglosemar.id – Setiap kali hujan turun, Suparno hanya bisa menatap langit-langit rumahnya dengan rasa cemas. Air yang menetes dari atap bocor, dinding yang mulai rapuh, dan lantai rumah yang lembap menjadi pemandangan yang sudah lama akrab dalam kehidupannya di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang.

Rumah sederhana itu bukan hanya tempat berteduh, tetapi menjadi saksi bagaimana ia dan keluarga bertahan di tengah segala keterbatasan ekonomi. Bertahun-tahun, Suparno hidup dengan kondisi rumah yang jauh dari kata layak, tanpa mampu melakukan perbaikan besar karena biaya yang tak pernah cukup.

Hal serupa juga dirasakan Aris, warga Dukuh Lemah Ireng, Desa Pelemgadung, yang selama ini tinggal di rumah sederhana dengan kondisi serba terbatas. Setiap sudut rumahnya menyimpan cerita perjuangan, mulai dari dinding kusam hingga bangunan yang membutuhkan perhatian serius agar tetap aman ditempati.

Kini, harapan baru perlahan datang lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bukan hanya membangun rumah, TMMD hadir membawa rasa tenang bagi warga yang selama ini hidup dalam kecemasan.

Di rumah Suparno, suara palu para prajurit Satgas TMMD mulai terdengar sejak pagi. Dinding yang lapuk dibongkar, atap yang rusak diperbaiki, dan bagian rumah yang selama ini mengkhawatirkan perlahan mulai dibenahi satu per satu.

Melihat rumahnya disentuh pembangunan, Suparno tak mampu menyembunyikan rasa haru. Baginya, bantuan itu terasa seperti jawaban dari doa panjang yang selama ini hanya ia simpan dalam diam.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua yang membantu. Rumah saya dulu banyak yang rusak, kalau hujan sering bocor. Sekarang sudah mulai diperbaiki, rasanya seperti mimpi,” ungkap Suparno lirih, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, di rumah Aris, proses rehabilitasi dimulai dengan pengukuran bangunan oleh Serka Sugeng, Babinsa setempat. Dengan teliti, setiap sisi rumah dicatat sebagai dasar perbaikan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan keluarga.

Bagi Aris, langkah kecil itu terasa sangat besar maknanya. Pengukuran rumah bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi menjadi tanda bahwa impian memiliki rumah yang lebih nyaman kini semakin dekat menjadi kenyataan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga nanti rumah ini bisa lebih nyaman untuk keluarga,” ucap Aris penuh harap.

Serka Sugeng menjelaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Karena itu, warga sekitar pun ikut turun tangan membantu proses pembangunan dengan penuh semangat gotong royong.

Mulai dari mengangkat material, membersihkan lokasi, hingga membantu pekerjaan ringan, semua dilakukan bersama tanpa sekat. Pemandangan itu memperlihatkan bahwa desa masih memiliki kekuatan besar dalam solidaritas sosial.

Program RTLH melalui TMMD menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi bisa berawal dari rumah-rumah sederhana yang selama ini luput dari perhatian. Dari sana, harapan tumbuh dan masa depan yang lebih baik mulai dibangun.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut