Salep Ganja dari Thailand Masuk Jateng, Dibeli Rp800 Ribu Lewat Marketplace
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah mengungkap temuan narkotika dengan modus yang tidak biasa dalam operasi pemberantasan narkoba periode Januari hingga 5 Juni 2026. Selain peredaran sabu yang masih mendominasi, polisi menemukan penggunaan salep yang mengandung ganja yang didatangkan langsung dari Thailand melalui marketplace.
Temuan tersebut menjadi salah satu kasus narkotika jenis baru yang berhasil diungkap di Jawa Tengah. Polisi mengamankan seorang tersangka asal Tegal yang membeli produk tersebut secara daring dari luar negeri.
Wadirresnarkoba Polda Jateng AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, salep tersebut digunakan tersangka untuk pengobatan penyakit kulit yang dideritanya.
Menurut Donny, tersangka membeli salep ganja dari Thailand dengan harga sekitar Rp800 ribu per kemasan. Saat dilakukan penindakan, petugas menemukan dua tube salep ganja yang berada dalam penguasaan tersangka.
Meski digunakan untuk alasan pengobatan, polisi tetap melakukan penegakan hukum karena ganja dan turunannya hingga kini belum dilegalkan di Indonesia.
“Kalau di Thailand hal itu sudah dilegalkan. Tapi karena dia membeli dari Thailand kemudian dikirimkan ke sini dan di Indonesia sampai saat ini belum ada ketetapan atau ketentuan untuk melegalkan ganja dan turunannya, oleh karenanya pengguna terhadap hal tersebut tetap kita lakukan penindakan,” jelas Donny, Jumat (5/6/2026).
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi mengenai paket kiriman mencurigakan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah. Setelah dilakukan pengawasan dan pendalaman, polisi menemukan bahwa paket tersebut berisi salep yang mengandung ganja.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku menggunakan produk tersebut untuk kebutuhan pribadi dan tidak diedarkan kepada pihak lain.
Selain kasus salep ganja, Polda Jateng juga mengungkap mulai masuknya peredaran narkotika jenis kokain di wilayah Jawa Tengah. Temuan ini menjadi perhatian karena kokain selama ini relatif jarang ditemukan dibandingkan sabu maupun ganja.
Editor : Enih Nurhaeni