Politeknik Negeri Cilacap Dorong UMKM Asah-Asih Melek Digital, Edukasi Konten Promosi
UMKM Asah-Asih Cilacap Melek Digital: Dari Foto Produk hingga Catat Keuangan Rapi
CILACAP, iNewsJoglosemar.id – UMKM Asah-Asih di Kelurahan Karang Talun, Kabupaten Cilacap, mendapat pelatihan digitalisasi pemasaran dan pencatatan keuangan. Pelatihan ini digelar dosen Politeknik Negeri Cilacap sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Tim dosen yang terlibat terdiri dari Mardiyana, Murni Handayani, Ulikaryani, dan Muhammad Faqih Hidayatullah. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.
"Pelatihan digitalisasi pemasaran ini penting agar pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen secara lebih luas," ujar Ulikaryani, anggota tim PkM Politeknik Negeri Cilacap.
Ulikaryani menjelaskan bahwa pemasaran digital bukan hanya soal memiliki akun media sosial. Pelaku usaha perlu memahami cara menyajikan informasi produk yang menarik.
"Penggunaan media sosial dan platform pemasaran daring menjadi peluang untuk meningkatkan visibilitas produk, membangun komunikasi dengan pelanggan, serta mengembangkan jaringan pemasaran," katanya.
Dalam pelatihan itu, peserta diajarkan menyusun konten promosi yang komunikatif. Penggunaan foto produk yang representatif juga menjadi materi penting.
"Tujuannya agar produk lebih mudah dikenal oleh calon konsumen," ujar Ulikaryani.
Selain pemasaran digital, tim PkM menyoroti pentingnya pencatatan keuangan. Menurut Ulikaryani, banyak pelaku UMKM masih mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi.
"Pemahaman mengenai pencatatan keuangan menjadi hal penting agar pelaku UMKM dapat membedakan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, menghitung biaya produksi secara lebih tepat, serta mengetahui keuntungan atau kerugian dari kegiatan usaha," tegasnya.
Pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan keuangan, lanjutnya, dapat membantu pelaku usaha melakukan administrasi secara lebih praktis.
"Pencatatan keuangan yang teratur membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi usaha, memantau arus kas, serta mengevaluasi hasil kegiatan produksi dan penjualan," katanya.
Dengan pemasaran digital, produk olahan pangan lokal berpeluang menjangkau konsumen di luar lingkungan pemasaran konvensional. Hal ini membuka potensi peningkatan penjualan dan perluasan pasar.
"Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, UMKM Asah-Asih diharapkan mampu merencanakan kegiatan produksi, menentukan harga jual, serta mengembangkan usaha secara lebih terarah," pungkas Ulikaryani.
Editor: Enih Nurhaeni