Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 200 Korban PHK di Jepara Belajar Digital Marketing hingga AI, Disiapkan Jadi Lebih Mandiri
Advertisement . Scroll to see content

Kulit Nipah Jadi Asap Cair, Dosen PNC Cilacap Ajari UMKM Bikin Sambal Ikan Asap

Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:28 WIB
  • author Taufik Budi
Kulit Nipah Jadi Asap Cair, Dosen PNC Cilacap Ajari UMKM Bikin Sambal Ikan Asap
Kulit Nipah Jadi Asap Cair, Dosen PNC Cilacap Ajari UMKM Bikin Sambal Ikan Asap. Foto: Ist

CILACAP, iNewsJoglosemar.id – Kulit buah nipah yang selama ini menjadi limbah di kawasan mangrove Cilacap kini punya nilai baru. Dosen Politeknik Negeri Cilacap mengolahnya menjadi asap cair untuk pengasapan ikan. Hasilnya: sambal ikan asap.

Inovasi itu diperkenalkan kepada pelaku UMKM Asah-Asih di Kelurahan Karang Talun, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Aplikasi Teknologi Asap Cair Limbah Kulit Buah Nipah untuk Diversifikasi Produk (Sambal Ikan Asap) di UMKM Asah-Asih".

Tim pengabdian terdiri dari Mardiyana, Murni Handayani, Ulikaryani, dan Muhammad Faqih Hidayatullah.

Sejak 2020, Limbah Nipah Diteliti

Mardiyana, dosen Program Studi D-IV Pengembangan Produk Agroindustri, mengungkapkan bahwa penelitian ini bukan proyek instan. Ia menekuninya sejak 2020.

"Sejak 2020 saya meneliti limbah kulit buah nipah. Alhamdulillah, limbah itu bisa diubah menjadi asap cair melalui teknologi pirolisis dan destilasi," ujar Mardiyana.

Asap cair merupakan cairan hasil kondensasi uap dari pemanasan bahan organik dalam kondisi oksigen terbatas. Setelah melalui pemurnian, asap cair berpotensi dimanfaatkan sebagai pemberi aroma dan cita rasa khas asap pada produk pangan, termasuk ikan.

Pada September 2026, tim PkM melakukan hilirisasi hasil penelitian itu ke UMKM Asah-Asih. Mereka memperkenalkan penggunaan asap cair dari limbah mangrove nipah (Nypa fruticans) sebagai bahan pengasapan ikan cakalang. Ikan itu kemudian diolah menjadi sambal ikan cakalang asap.

Lebih Terkontrol dari Pengasapan Tradisional

Menurut Mardiyana, teknologi asap cair menawarkan keunggulan dibanding pengasapan tradisional. Prosesnya bisa lebih terkontrol.

"Teknologi asap cair ini memungkinkan pemberian cita rasa asap dilakukan secara lebih terkontrol dibandingkan pengasapan tradisional. Kami tetap memperhatikan konsentrasi penggunaan, proses pemanasan, serta keamanan produk pangan," jelasnya.

Selama ini, pemanfaatan tanaman nipah lebih berfokus pada daging buahnya. Kulit buahnya belum dimanfaatkan optimal. Padahal, kulit buah nipah berpotensi menjadi limbah yang mencemari lingkungan jika dibiarkan.

Melalui kegiatan ini, tim PkM berupaya memperkenalkan potensi limbah kulit buah nipah sebagai bahan baku asap cair. Sekaligus mendorong UMKM Asah-Asih berinovasi membuat sambal ikan asap.

Sambal ikan asap ini merupakan produk olahan hasil perikanan dengan cita rasa khas. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM Asah-Asih.

 

 

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut