Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sumpah Bumi di Candi Gedong Songo, Warga Bentangkan Bendera 1 Km dan Tolak Geothermal
Advertisement . Scroll to see content

PIMNAS 39 di Undip: 3.000 Delegasi Bersaing, AI Dilarang Gantikan Pemikiran Mahasiswa

Selasa, 03 November 2026 | 15:33 WIB
  • author Taufik Budi
PIMNAS 39 di Undip: 3.000 Delegasi Bersaing, AI Dilarang Gantikan Pemikiran Mahasiswa
PIMNAS 39 di Undip: 3.000 Delegasi Bersaing, AI Dilarang Gantikan Pemikiran Mahasiswa. Foto: ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 resmi dibuka di Universitas Diponegoro (Undip). Ajang bergengsi yang mempertemukan 3.000 delegasi dari 100 universitas terbaik se-Indonesia ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga menjadi medan uji integritas akademik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi sorotan tajam.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., memberikan peringatan keras terkait penggunaan AI dalam pembuatan karya ilmiah. Menurutnya, AI boleh dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi dilarang keras menggantikan orisinalitas gagasan mahasiswa.

"AI itu sebagai alat bantu, sebagai tools untuk membantu menyusun bahasa dan lain sebagainya itu tidak masalah. Tetapi AI tidak boleh menggantikan pemikiran ilmiah dan tidak boleh menggantikan untuk menulis karyanya secara utuh," tegas Dr. Samsuri saat ditemui di lokasi, Selasa (3/11/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai kejujuran adalah fondasi utama dalam menghasilkan sebuah karya ilmiah. Sebab, karya yang dipublikasikan nantinya akan menjadi referensi pengetahuan bagi banyak orang. Oleh karena itu, proses pembuatannya harus bebas dari segala bentuk pelanggaran integritas akademik.

"Tidak boleh ada yang namanya fabrikasi, falsifikasi, atau plagiat. Nilai-nilai kepercayaan dan tanggung jawab harus dipegang teguh. Orisinalitas karya harus datang dari peneliti itu sendiri," ujarnya.

Terkait pengawasan, Dr. Samsuri memastikan bahwa pengecekan keaslian karya akan dilakukan. Jika dalam proses penilaian ditemukan indikasi pelanggaran integritas akademik, termasuk penggunaan AI secara curang atau tindakan plagiat, maka sanksi tegas akan diberikan.

"Oh iya, pasti. Bukan hanya di lomba ini, tetapi juga untuk kenaikan jabatan akademik atau akreditasi. Kalau ditemukan pelanggaran, bisa dilakukan diskualifikasi," tegasnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa hukuman bukanlah tujuan utama. Yang terpenting, menurutnya, adalah membangun kesadaran di kalangan mahasiswa sebagai calon pemikir dan peneliti masa depan agar selalu menjunjung tinggi etika akademik sejak dini.

Bukan Sekadar Cari Medali

Rektor Undip, Prof. Suharnomo, menyambut baik kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah PIMNAS ke-39. Ia menyebut kompetisi ini sangat luar biasa, terbukti dari 98.000 proposal yang masuk sejak Januari 2026 dari seluruh Indonesia.

"Dari 98.000 proposal, hari ini ada 100 universitas, 650-an kelompok, dan sekitar 3.000 delegasi yang bersaing dalam 9 kategori," ujarnya.

Meski Undip menargetkan prestasi, Prof. Suharnomo menegaskan bahwa esensi dari PIMNAS bukan sekadar mengejar piala atau medali. Ia ingin ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kepedulian sosial dan kemanfaatan ilmu bagi masyarakat.

"Ini bukan tentang mencari emas, tapi lebih pada friendship dan kemanusiaan. Anak-anak muda sudah menunjukkan itu sebagai ulul albab, orang yang peduli dengan teknik ilmiah yang baik," tegasnya.

Sembilan bidang PKM yang dipertandingkan meliputi PKM Riset Eksakta (RE), PKM Riset Sosial Humaniora (RSH), PKM Kewirausahaan (K), PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PM), PKM Penerapan Iptek (PI), PKM Karsa Cipta (KC), PKM Karya Inovatif (KI), PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK), dan PKM Gagasan Futuristik Tertulis (GFT).

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut