Selain memudahkan transaksi, metode ini juga lebih higienis karena mengurangi peredaran uang tunai, yang kerap berpindah tangan dalam jumlah besar saat Lebaran. Hal ini selaras dengan tren pembayaran digital yang semakin berkembang di Indonesia.
Menurut data Bank Indonesia, penggunaan QRIS terus meningkat seiring dengan kebiasaan masyarakat yang mulai beralih ke transaksi non-tunai. Bank-bank besar, termasuk BRI, aktif mendorong digitalisasi pembayaran, termasuk dalam momen-momen spesial seperti Lebaran.
Tidak hanya memudahkan orang dewasa, inovasi ini juga memperkenalkan konsep transaksi digital kepada anak-anak sejak dini. Meski masih bayi, Eijaz sudah terbiasa menerima uang jajan dalam bentuk digital, yang nantinya bisa digunakan untuk tabungan atau kebutuhan lainnya.
Bagi orang tua yang ingin menerapkan metode serupa, cukup mendaftarkan rekening anak di bank dan mengaktifkan layanan QRIS. Dengan begitu, anak-anak bisa menerima uang jajan Lebaran tanpa ribet, sekaligus belajar tentang pengelolaan keuangan sejak dini.
Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan tidak hanya bermanfaat bagi dunia usaha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi, tradisi pemberian THR tetap berlangsung dengan lebih praktis dan efisien.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait