Pekerja Informal Tembus 53,87 Persen, Lapangan Kerja Formal Menyusut di Kabupaten Semarang

Taufik Budi
Pekerja Informal Tembus 53,87 Persen, Lapangan Kerja Formal Menyusut di Kabupaten Semarang. Foto: ist

 

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah pekerja informal sepanjang 2025. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, proporsi pekerja informal di Kabupaten Semarang mencapai 53,87 persen, naik 5,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk bekerja di Kabupaten Semarang kini menggantungkan hidup pada sektor informal, sementara pekerja formal justru mengalami penurunan.

Pada Agustus 2023, proporsi pekerja formal masih berada di angka 48,24 persen, sedangkan pekerja informal 51,76 persen. Kondisi sempat berbalik pada Agustus 2024, saat pekerja formal meningkat menjadi 51,51 persen dan informal turun ke 48,49 persen. Namun pada Agustus 2025, tren tersebut kembali berubah dengan pekerja formal turun ke 46,13 persen, sementara pekerja informal melonjak menjadi 53,87 persen.

BPS Kabupaten Semarang menilai peningkatan pekerja informal ini mencerminkan adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan, terutama akibat terbatasnya daya serap lapangan kerja formal di daerah.

Selain itu, data BPS juga mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Semarang pada 2025 berada di angka 3,63 persen, turun 0,10 persen dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, penurunan angka pengangguran tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan kualitas pekerjaan.

Berdasarkan tingkat pendidikan, lulusan SMK tercatat sebagai kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi pada 2025, yakni mencapai 8,38 persen, meningkat tajam dibandingkan 2024 yang berada di angka 3,83 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran lulusan SD ke bawah turun dari 3,13 persen menjadi 1,62 persen, lulusan SMP turun dari 3,89 persen menjadi 2,63 persen, lulusan SMA turun dari 5,42 persen menjadi 2,71 persen, serta lulusan diploma dan universitas turun dari 3,83 persen menjadi 2,84 persen.

BPS menegaskan bahwa meski secara umum angka pengangguran menurun, lulusan pendidikan menengah kejuruan dan perguruan tinggi masih menghadapi tantangan besar dalam terserapnya lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan kesempatan kerja di Kabupaten Semarang selama 2025 lebih banyak terjadi di sektor informal, seperti usaha kecil, perdagangan, dan pekerjaan berbasis keahlian mandiri.

BPS Kabupaten Semarang berharap data ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penciptaan lapangan kerja formal serta peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network