Siswa SMA DidorongJadi Pengusaha Muda, 35 Bisnis Pelajar Kini Beromzet Rp339 Juta

Taufik Budi
Siswa SMA DidorongJadi Pengusaha Muda, 35 Bisnis Pelajar Kini Beromzet Rp339 Juta. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Sebanyak 35 bisnis pelajar lahir dari program kewirausahaan di sekolah. Total omzetnya mencapai Rp339 juta. Angka itu bukan dari perusahaan besar, melainkan dari siswa SMA dan SMK yang masih duduk di bangku kelas.

Bisnis-bisnis tersebut tumbuh melalui Student Company, sebuah model pembelajaran di mana siswa membentuk tim, mencari ide, membuat produk, dan menjualnya sendiri. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka terjun langsung mengelola usaha.

Mulai dari membaca kebutuhan pasar, merancang produk dan merek, hingga mencatat pemasukan dan pengeluaran. Semua dilakukan oleh siswa.

Program ini merupakan bagian dari Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) yang digagas Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia. Pada tahun pertama fase kedua, lebih dari 10.000 siswa terlibat. Dari situ lahir 35 bisnis pelajar dengan omzet kolektif Rp339 juta.

Pada tahun ajaran 2026–2027, program ini kembali berjalan dengan 6.125 siswa SMA dan SMK di sepuluh kota. Pembelajarannya semakin diperkaya dengan dua hal: kecerdasan buatan (AI) dan kearifan lokal.

AI digunakan untuk membantu siswa mencari ide bisnis, melakukan riset pasar sederhana, menyusun materi promosi, hingga mengeksplorasi peluang baru. Namun siswa tetap diingatkan agar menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, tema kearifan lokal mendorong siswa menggali budaya, sumber daya, dan potensi ekonomi di sekitar mereka. Hasilnya bukan sekadar produk, melainkan bisnis yang punya identitas dan nilai tambah.

Salah satu aspek yang jarang diajarkan di sekolah formal adalah literasi finansial. Dalam program ini, siswa tidak hanya belajar menjual, tetapi juga mengelola keuangan usaha.

Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia, mengatakan bahwa pengalaman langsung menjadi kunci.

"Dunia usaha terus berubah seiring perkembangan teknologi, perilaku konsumen, dan dinamika ekonomi. Kami ingin membekali generasi muda dengan pengalaman nyata untuk membaca peluang, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mengambil keputusan finansial yang tepat," ujarnya.

Selama program berjalan, siswa didampingi guru, mentor dari Prestasi Junior Indonesia, serta karyawan dan agen Zurich Indonesia. Pendampingan ini memberi gambaran nyata tentang dunia usaha, literasi finansial, dan dunia kerja.

Di akhir program, bisnis pelajar terbaik berkesempatan mengikuti kompetisi tingkat regional dan nasional. Dari sana, ada peluang melanjutkan ke kompetisi kewirausahaan pelajar tingkat internasional.

Adriana Poglia, Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, menyatakan bahwa akses yang setara menjadi perhatian utama.

"Transformasi teknologi dan perkembangan lanskap ekonomi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Kami berupaya memberikan mereka akses yang setara terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring," katanya.

Fase kedua program ini ditargetkan menjangkau 16.975 siswa hingga 2028. Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, menilai pengalaman membangun usaha membantu siswa mengubah potensi di sekitar mereka menjadi peluang bernilai.

"Proses ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan masa depan dan pola pikir kewirausahaan," ujarnya.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network