Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Marbot Masjid di Kabupaten Semarang Segera Masuk BPJS Ketenagakerjaan, Pakai Dana Infak
Advertisement . Scroll to see content

Channel YouTube Masjid Jogokariyan Hilang usai Bahas Isu Palestina

Minggu, 22 Juni 2025 | 17:46 WIB
  • author Achmad Al Fiqri
Channel YouTube Masjid Jogokariyan Hilang usai Bahas Isu Palestina
Channel YouTube Masjid Jogokariyan Hilang usai Bahas Isu Palestina (Ist)

 

JAKARTA, iNEWSJOGLOSEMAR.ID — Akun YouTube milik Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, diblokir oleh pihak YouTube. Kabar ini menjadi viral di media sosial, terlebih setelah pihak masjid menyebut bahwa pemblokiran terjadi tak lama setelah akun tersebut mengunggah konten yang membahas Palestina.

Kepastian soal pemblokiran ini dikonfirmasi langsung oleh pengelola melalui akun Instagram resmi mereka, @masjidjogokariyan, pada Minggu (22/6/2025).

“Setelah bertahun-tahun menyebarkan dakwah, kajian, dan inspirasi umat, channel itu kini tidak bisa lagi diakses,” tulis akun tersebut.

Dalam penjelasannya, pihak Masjid Jogokariyan menyebut bahwa YouTube menuduh akun mereka melanggar kebijakan platform karena dianggap berafiliasi dengan kelompok ekstremis atau kriminal. Namun, tidak dijelaskan secara rinci konten mana yang dianggap melanggar.

Konten Dakwah hingga Bahas Palestina

Akun YouTube Masjid Jogokariyan selama ini dikenal aktif membagikan kajian Islam, khutbah, dan kegiatan dakwah lainnya, termasuk konten yang menunjukkan dukungan terhadap Palestina.

Sejumlah netizen menduga, pemblokiran akun ini berkaitan dengan isu Palestina yang menjadi topik hangat dalam beberapa unggahan terakhir mereka. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak YouTube mengenai alasan pemblokiran secara detail.

Pihak masjid mengajak umat untuk tetap mendukung dakwah dan menyuarakan kebenaran, meski kanal resmi mereka telah dibungkam.

“Saat suara kebenaran dibungkam, jangan biarkan doamu ikut diam,” lanjut pernyataan dari @masjidjogokariyan.

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut