Cerita Relawan Undip Menembus Duka Bencana Agam
Secara keseluruhan, layanan medis D-DART Undip menjangkau berbagai kasus penyakit, mulai dari infeksi saluran pernapasan atas, gangguan pencernaan, hipertensi, penyakit kulit, hingga gangguan muskuloskeletal. Tim juga menangani kasus kesehatan mental, termasuk gangguan cemas menyeluruh dan insomnia non-organik.
Salah satu kunjungan yang berkesan adalah home visit kepada pasien dengan kondisi skizofrenia residual. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut luka yang tampak, tetapi juga yang tersembunyi di dalam diri penyintas.
Pada aspek psikososial, layanan menjangkau puluhan penyintas dari berbagai kelompok usia. Di Palembayan, pendampingan dilakukan kepada 27 anak dan 21 orang dewasa, sedangkan di Maninjau menjangkau 16 anak dan 12 orang dewasa, dengan fokus stabilisasi emosi dan penguatan psikospiritual.
Sehari sebelumnya, Jumat 26 Desember 2025, tim relawan telah melakukan koordinasi lintas instansi dengan puskesmas, posko kesehatan, dan BPBD Kabupaten Agam. Koordinasi tersebut mencakup pemetaan kebutuhan layanan, distribusi bantuan pangan olahan dari Undip Jepara, serta penguatan administrasi relawan.
Di hari yang sama, layanan kesehatan dan psikososial juga diberikan di Puskesmas Koto Alam, Puskesmas Malalak, Posko Jorong Limo Badak Malalak Utara, serta Maninjau. Ratusan warga dari berbagai kelompok usia menerima manfaat langsung dari kehadiran relawan.
Melalui kiprah Tim Relawan Keempat D-DART, Universitas Diponegoro kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir di tengah masyarakat saat krisis terjadi. Tidak hanya mengobati luka fisik, relawan Undip berupaya memulihkan harapan, ketenangan batin, dan ketahanan sosial para penyintas bencana.
Editor : Enih Nurhaeni