get app
inews
Aa Text
Read Next : Mobil Rental Dijual Murah Rp75 Juta ke Kalimantan, Satu Unit Gagal Laku

ISPA Merebak di Pengungsian Banjir Pekalongan, 85 Warga Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:19 WIB
header img
ISPA Merebak di Pengungsian Banjir Pekalongan, Puluhan Warga Jalani Pemeriksaan. (Foto: Istimewa).

PEKALONGAN, iNewsJoglosemar.id Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan tidak hanya memaksa warga meninggalkan rumah mereka, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan kesehatan di lokasi pengungsian. Batuk dan sesak napas menjadi keluhan paling banyak dialami pengungsi yang telah berhari-hari bertahan di lingkungan yang serba terbatas.

Kondisi tersebut mendorong Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah turun langsung memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir. Puluhan personel kesehatan yang dipimpin Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jateng AKBP Supramu bersama Sie Dokkes Polres Pekalongan Kota, melakukan pemeriksaan medis pada Selasa (20/1/2026).

Pelayanan kesehatan gratis tersebut dilaksanakan di dua titik pengungsian, yakni Posko Pengungsian SD Negeri 3 Tirto dan Posko Masjid Khusnul Khuluq, Kelurahan Tirto, Kota Pekalongan. Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan pemeriksaan langsung oleh dokter umum serta diberikan obat dan vitamin sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol drg. Agustinus mengungkapkan bahwa lingkungan pengungsian memiliki potensi besar memicu gangguan kesehatan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

“Dari hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak kami temukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebanyak 54 kasus, disusul pusing, hipertensi, diare, hingga keluhan penyakit kronis. Total ada 85 pengungsi yang kami periksa dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan,” ungkapnya.

Menurut Agustinus, pelayanan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi pengungsi semakin memburuk, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih selama berada di pengungsian.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi singkat kepada para pengungsi. Edukasi tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan pengungsian guna menekan risiko penularan penyakit, khususnya gangguan pernapasan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi pengungsian merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Dalam situasi bencana, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas. Polri hadir untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan, termasuk layanan kesehatan, agar mereka tetap kuat dan mampu melalui masa sulit ini,” ujar Artanto.

Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan dampak banjir berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan, termasuk dalam aspek kesehatan para pengungsi.

 

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut