Terpilih Ketua PMI Kabupaten Semarang, Moh Taufik Ucap Inna Lillahi
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” mengawali pernyataan Moh Taufik sesaat setelah terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2031. Ucapan istirja itu ia sampaikan sebagai bentuk kesadaran bahwa amanah kepemimpinan sepenuhnya merupakan titipan dari Allah SWT.
Moh Taufik terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Semarang yang digelar di aula Rumah Kemasan, kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Sabtu (7/2/2026). Mantan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana yang juga pengurus PMI periode sebelumnya itu meraih dukungan hampir bulat.
Dari total 21 suara sah yang berhak memilih, Moh Taufik memperoleh 20 suara. Sementara satu suara lainnya diberikan kepada ketua lama, Djarot Supriyoto. Para pemilik hak suara berasal dari perwakilan pengurus PMI di 19 kecamatan, unsur relawan, serta pengurus PMI periode sebelumnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Moh Taufik menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, jabatan di PMI bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab kemanusiaan.
“Amanah ini akan kami laksanakan dengan sungguh-sungguh. Kami akan fokus pada bantuan sosial yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sesuai arahan Bupati,” ujar Moh Taufik.
Ia menambahkan, besaran bantuan sosial yang disalurkan PMI akan diupayakan semaksimal mungkin agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha saat membuka Muskab PMI Kabupaten Semarang meminta agar pengurus PMI yang terpilih menyusun program kerja yang realistis dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya peran PMI dalam pelayanan sosial dan kebencanaan.
“PMI harus tampil di depan ketika terjadi bencana, bersama BPBD dan instansi terkait lainnya. Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, DPRD, dan pihak swasta harus dimaksimalkan agar kinerja PMI semakin baik,” tegas Bupati.
Selain itu, Bupati juga menyinggung pelayanan Klinik PMI, khususnya bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan melalui program BPJS. PMI diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan dari APBD.
“Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Semarang mengalokasikan sekitar Rp6 miliar dalam APBD untuk mendukung program BPJS,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan PMI Jawa Tengah, Prof. Adji Samekto, yang turut hadir dalam Muskab, mengingatkan Ketua dan pengurus PMI yang baru agar berhati-hati dan cermat dalam menentukan program kegiatan.
Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap kinerja badan publik kini semakin kritis. “Laksanakan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Salah menempatkan program bisa menjadi viral, karena masyarakat sekarang memiliki kedaulatan pribadi melalui media sosial,” pungkasnya.
Pengucapan kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” oleh Moh Taufik menjadi penanda sikap kerendahan hati dalam menerima amanah. Kalimat tersebut bermakna “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali”, sekaligus menjadi refleksi bahwa kepemimpinan di PMI adalah bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan.
Editor : Enih Nurhaeni