Penumpang Mudik Melonjak, Bandara Ahmad Yani Tambah 78 Penerbangan
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Lonjakan penumpang mulai terlihat menjelang arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, pihak bandara menyiapkan 78 penerbangan tambahan (extra flight) selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Tambahan penerbangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi udara.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto mengatakan hingga Kamis (12/3), pihak bandara telah menerima pengajuan extra flight dari sejumlah maskapai.
“Data extra flight yang sudah diterima Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang hingga Kamis (12/3) untuk periode Angkutan Lebaran 2026 adalah sejumlah 78 penerbangan yang terdiri dari 39 flight kedatangan (arrival) dan 39 flight keberangkatan (departure),” ujarnya.
Penerbangan tambahan tersebut dioperasikan oleh sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, dan NAM Air.
Selama periode Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 yang berlangsung 13 hingga 30 Maret 2026, jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani diperkirakan mencapai 154.613 orang.
Jumlah tersebut diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2025.
Sementara itu, pergerakan pesawat selama periode tersebut diprediksi mencapai 1.173 pergerakan pesawat, atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pihak bandara memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 10.445 orang.
Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 11.480 orang.
Untuk memastikan kelancaran operasional selama masa mudik, manajemen bandara juga membuka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 yang beroperasi selama 18 hari.
Menurut Sulistyo Yulianto, posko tersebut berfungsi untuk memantau aktivitas pelayanan dan trafik penerbangan secara langsung.
“Kami melakukan pemantauan aktivitas pelayanan dan data trafik secara real-time di posko, dengan melibatkan berbagai stakeholder antara lain maskapai penerbangan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), serta sejumlah instansi pendukung lainnya,” katanya.
Selain itu, manajemen bandara juga memastikan kesiapan fasilitas operasional serta menyiagakan petugas di berbagai titik layanan penumpang.
“Kami selaku manajemen pengelola bandara melakukan antisipasi lonjakan penumpang dengan memastikan agar setiap service touch point seperti drop zone, pick up zone, area check in, dan ruang tunggu ditangani secara optimal oleh para petugas sehingga pengguna jasa dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Bandara Ahmad Yani juga menyiagakan 288 personel, terdiri dari 258 personel internal bandara dan 30 personel eksternal selama periode angkutan Lebaran.
Editor : Enih Nurhaeni