Diare Paling Banyak Dialami Pemudik Jarak Jauh, Ini Pentingnya Cek Kesehatan
SEMARANG, iNewsJoglosemar.d – Perjalanan mudik jarak jauh berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satu penyakit yang paling sering dialami pemudik adalah diare atau gangguan pencernaan akibat perubahan pola makan selama perjalanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat mengatakan gangguan pencernaan menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui saat musim mudik.
“Biasanya diare atau gangguan pencernaan yang paling sering terjadi. Hal ini berkaitan dengan pola makan selama perjalanan,” ujarnya.
Menurutnya, pemudik kerap mengonsumsi makanan secara tidak teratur atau memilih makanan praktis di perjalanan yang berpotensi memicu gangguan pencernaan.
Karena itu, pemudik diimbau untuk memperhatikan kondisi tubuh selama perjalanan, termasuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di jalur mudik.
Di jalur mudik wilayah Kabupaten Semarang, pemudik juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di Posko Mudik Rest Area Tol Ungaran KM 429A.
Seorang pemudik, Dian Ade, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis di rest area tersebut.
Menurutnya, layanan tersebut memudahkan pemudik untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
“Selain bisa istirahat, saya juga bisa mengetahui kondisi kesehatan selama perjalanan sebelum sampai di kampung dan berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.
Di posko tersebut, pemudik dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan gula darah dan kolesterol.
Layanan kesehatan di rest area tersebut merupakan bagian dari program Posko Mudik yang digelar oleh BPJS Kesehatan di sejumlah jalur transportasi utama selama periode 13 hingga 18 Maret 2026.
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari mengatakan posko mudik tersebut disiapkan untuk membantu pemudik menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan.
“Posko mudik ini ada delapan titik yang berada di simpul perjalanan dengan lalu lintas pemudik yang tinggi. Harapannya dapat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, posko mudik juga menyediakan tempat relaksasi, makanan ringan, minuman, serta ruang istirahat bagi para pemudik yang singgah.
Delapan titik posko mudik tersebut berada di Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol Cipularang KM 88A Purwakarta, Rest Area Tol Cipali KM 166A Majalengka, Rest Area Tol Ungaran KM 429A Semarang, Rest Area Tol Masaran KM 519A Sragen, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Menurut Vetty, peserta BPJS Kesehatan yang sedang melakukan perjalanan mudik tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar wilayah domisili.
“Peserta tetap bisa mengakses layanan FKTP hingga tiga kali selama masa mudik. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat juga dapat langsung menuju rumah sakit terdekat tanpa harus kembali ke daerah asal,” jelasnya.
Dengan adanya posko kesehatan tersebut, pemudik diharapkan dapat memeriksa kondisi tubuh serta mencegah gangguan kesehatan selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Editor : Enih Nurhaeni