Polwan Jadi Sorotan saat Demo Nelayan Pati, Sambut Massa hingga Foto Bersama
PATI, iNewsJoglosemar.id – Pemandangan berbeda terlihat saat massa nelayan mulai berdatangan ke lokasi aksi penyampaian pendapat di Kabupaten Pati, Senin (4/5/2026). Tidak ada suasana tegang yang menonjol, justru para peserta aksi disambut ramah oleh polisi wanita (Polwan) yang mengedepankan pendekatan humanis.
Sejak pagi, kelompok nelayan dari berbagai wilayah pesisir, terutama Juwana dan sekitarnya, mulai memadati kawasan Alun-alun Simpang Lima dan halaman Kantor Pemda Pati untuk menyampaikan aspirasi terkait harga BBM industri.
Namun di tengah gelombang massa yang datang, suasana justru terasa lebih cair. Tim negosiator kepolisian, termasuk para Polwan, aktif menyambut peserta aksi dengan senyum, sapaan hangat, dan komunikasi yang santun.
Mereka tidak hanya hadir sebagai aparat pengamanan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang menjaga situasi tetap tenang dan kondusif.
Bahkan, sejumlah Polwan terlihat mendekati massa, berbincang santai, hingga mengajak peserta aksi berfoto bersama. Momen selfie itu pun langsung mencuri perhatian dan menjadi simbol hubungan yang lebih hangat antara aparat dan masyarakat.
Di bawah terik matahari, personel kepolisian juga membagikan air mineral kepada para peserta aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi di lapangan.
Tindakan sederhana itu mendapat respons positif dari massa nelayan. Banyak yang merasa suasana aksi menjadi lebih nyaman karena aparat hadir dengan pendekatan persuasif, bukan tekanan.
Pendekatan melalui senyum, sapa, dan dialog santun terus dilakukan sepanjang kegiatan berlangsung.
Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga situasi tetap aman tanpa gesekan berarti, meskipun massa yang hadir cukup besar.
Sejumlah peserta aksi bahkan mengaku mengapresiasi sikap humanis yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian.
Bagi mereka, perlakuan yang ramah membuat penyampaian aspirasi terasa lebih damai dan tidak menimbulkan ketegangan berlebihan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan bahwa pendekatan humanis memang menjadi strategi utama dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
Menurutnya, tim negosiator telah dibekali kemampuan khusus untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Tim Negosiator telah dilatih untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan oleh tim negosiator bertujuan menciptakan suasana yang kondusif sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib dan damai,” ujar Kombes Pol. Artanto, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari situasi yang aman, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan antara aparat dan masyarakat.
Karena itu, membangun hubungan baik menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan selama aksi berlangsung.
“Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang humanis, kami berharap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan lancar serta mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” pungkasnya.
Editor : Enih Nurhaeni