get app
inews
Aa Text
Read Next : Kala Gen Z Jadi Mama Muda, Jangan Telan Mentah Tips Parenting di Medsos

Hanya 1,5 Tahun Hafal 30 Juz, Quaneisha Bilqis Jadi Wisudawan Terbaik Tahfiz Al Burhan Semarang

Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:59 WIB
header img
Hanya 1,5 Tahun Hafal 30 Juz, Quaneisha Bilqis Jadi Wisudawan Terbaik Tahfiz Al Burhan Semarang. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Gempuran media sosial dan kebiasaan anak muda menghabiskan waktu dengan gawai, tidak berlaku bagi Quaneisha Bilqis Adlina. Remaja asal Tembalang, Kota Semarang, ini berhasil menghafal Alquran 30 juz hanya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.

Prestasi itu mengantarkan Bilqis menjadi salah satu wisudawan terbaik dalam Wisuda Akbar Tahfiz dan Tasmi' Angkatan V MTs-MA Al Burhan Hidayatullah Semarang yang digelar Sabtu (20/6/2026).

Tak hanya menuntaskan hafalan, Bilqis juga mampu menyetorkan hafalan 30 juz sekali duduk bil ghaib, sebuah capaian yang tidak mudah bahkan bagi para penghafal Alquran.

Perempuan berusia 19 tahun itu mengaku tidak pernah membayangkan dirinya mampu mencapai titik tersebut.

"Saya tidak pernah menyangka bahwa saya dapat merentaskan hafalan saya 30 juz sekali duduk bil ghaib atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujarnya.

Bilqis mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari dukungan para guru, ustaz, ustazah, serta doa kedua orang tuanya.

"Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa saya akan mampu menyelesaikan tasmi' 30 juz sekali duduk. Tapi atas dukungan dan motivasi dari para guru, ustaz dan ustazah yang membantu saya untuk tetap bangkit dan semangat dalam menyelesaikan hafalan saya," katanya.

Perjalanan menjadi hafizah ternyata tidak selalu mudah. Bilqis mengaku pernah mengalami masa-masa sulit saat proses menghafal.

Ia bahkan beberapa kali merasa putus asa dan ingin menyerah karena tekanan yang dirasakan selama menjalani program tahfiz.

"Selama proses menghafal saya pernah beberapa kali berputus asa dan ingin menyerah karena beberapa tekanan yang terlalu berlebih untuk saya," ungkapnya.

Namun setiap kali semangatnya menurun, Bilqis kembali mengingat nasihat para guru serta doa orang tuanya.

"Tetapi saya selalu ingat motivasi dari guru saya, ustaz-ustazah saya dan ada doa dari kedua orang tua yang membuat saya tetap semangat," ujarnya.

Bilqis mengungkapkan salah satu kunci keberhasilannya adalah menjaga niat dan disiplin waktu.

Menurutnya, menghafal Alquran harus dilakukan karena Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian manusia.

"Yang pasti yang pertama benar hafalan itu benar-benar harus diniatkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala bukan karena urusan dunia atau karena pujian manusia," katanya.

Selain itu, ia memiliki waktu-waktu khusus yang dianggap paling efektif untuk menambah hafalan.

"Kalau saya sendiri biasanya di jam 02.45 malam, setelah salat Isya dan setelah Subuh itu adalah waktu terbaik untuk menghafal," ujarnya.

Kesungguhan Bilqis juga membuahkan hasil dalam pendidikan tinggi.

Setelah sempat gagal dalam sejumlah jalur seleksi perguruan tinggi negeri, ia akhirnya diterima di Universitas Muhammadiyah Semarang melalui jalur beasiswa tahfiz.

"Alhamdulillah saya bisa keterima dengan full beasiswa," katanya.

Bilqis akan melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Semarang.

Bagi Bilqis, menjadi hafizah bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Ia berharap mampu menjaga hafalan Alquran sepanjang hidup sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Yang paling utama sudah jelas ingin mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala, ingin memberikan sepasang mahkota kehormatan kepada kedua orang tua di akhirat kelak," ujarnya.

Bilqis merupakan santri program tahasus, yakni program khusus tahfiz unggulan di Al Burhan Hidayatullah Semarang.

Kepala MA Al Burhan Hidayatullah Semarang, Eko Zainuri, menyebut Bilqis sebagai salah satu santri yang menunjukkan kemampuan luar biasa selama menempuh pendidikan.

"Bilqis ini termasuk anak yang luar biasa. Jadi di kita ini ada program namanya tahsus dan reguler. Yang tahsus itu memang anak-anak yang spesial. Jadi mereka fokus pembelajaran di tahfiz Alquran," kata Eko.

Menurutnya, program tahasus memungkinkan para santri mendapatkan porsi lebih besar untuk menghafal Alquran tanpa meninggalkan pendidikan formal.

Seluruh santri tinggal di lingkungan pesantren sehingga proses pembinaan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

"Jadi mulai menghafalnya itu mulai pagi sampai malam. Jadi bukan cuma di sekolah saja, nanti ketika di pesantren itu integral antara pesantren, madrasah dan itu di bawah langsung bimbingan Ustazah Rumayyah," ujarnya.

Wisuda Akbar Tahfizh dan Tasmi’ Angkatan V MTs-MA Al Burhan Hidayatullah ini mengusung tema “Terbentuknya Generasi Qurani, Unggul dan Mandiri”. Kegiatan ini merupakan momentum syukur atas lahirnya para penghafal Alquran yang diharapkan mampu menjadi penerus dakwah dan peradaban Islam di masa depan.

Acara menghadirkan dua narasumber istimewa, yakni KH. Dr. Nashirul Haq Marling, Lc., M.A. dan Syeikh Hamdi Habeeb Al Mishry, yang memberikan motivasi kepada para santri dan wali santri tentang pentingnya menjaga kemurnian Alquran melalui hafalan, pengamalan, dan dakwah.

Sebanyak 30 santri mengikuti prosesi tasmi’ dan wisuda tahfiz pada tahun ini. 

Mereka merupakan bagian dari pembinaan intensif yang dilakukan oleh MTs-MA Al Burhan Hidayatullah. Selama lima tahun terakhir, lembaga ini telah berhasil mencetak 52 santri penghafal 30 juz Alquran di bawah bimbingan langsung Ustaz Rumayya beserta tim pembina tahfiz.

Dalam sambutannya, Ketua BMH Perwakilan Jawa Tengah, S. Abdul Karim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung program tahfiz.

“Terima kasih kepada para donatur. Hari ini kita saksikan bersama bahwa dana-dana amanah umat mampu melahirkan para penghafal Alquran. Ini adalah investasi akhirat yang manfaatnya terus mengalir dan menjadi kebanggaan umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga BMH menyalurkan beasiswa tahfizh kepada Yayasan Al Burhan sejumlah Rp248.648.597 secara simbolis sebagai bentuk dukungan BMH terhadap program Yayasan Al Burhan dalam bentuk beasiswa tahfiz.

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut