get app
inews
Aa Text
Read Next : Terduga Pelaku Akui Cekik Mozza, Polisi Masih Tunggu Hasil Forensik

Cerita Mahasiswi Jerman Selama 6 Bulan di Undip Semarang, Kepincut Bubur Ayam

Sabtu, 05 September 2026 | 08:42 WIB
header img
Cerita Mahasiswi Jerman Selama 6 Bulan di Undip Semarang, Kepincut Bubur Ayam. (Foto: iNewsJoglosemar.id/Taufik Budi).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Pengalaman kuliah selama enam bulan di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memberikan cerita tersendiri bagi Alissa Nikolenko, mahasiswi dari Bochum University of Applied Sciences, Jerman.

Alissa menjadi salah satu mahasiswa internasional yang mengikuti program di Undip. Selama berada di Semarang, ia tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan akademik, tetapi juga menikmati pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan mengenal budaya Indonesia.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah kuliner lokal. Di antara beragam makanan yang ditemuinya selama tinggal di Semarang, bubur ayam menjadi salah satu makanan yang membuatnya kepincut.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi Alissa selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional di Undip.

Alissa mengatakan, dirinya tidak mengalami kesulitan berarti dalam beradaptasi dengan mahasiswa dari negara lain. Latar belakang keluarganya yang berasal dari Rusia juga membuatnya merasa cukup familiar ketika bertemu mahasiswa Rusia lainnya.

“Untuk saya tidak (sulit) sama sekali,” ujar Alissa ketika ditanya mengenai kesulitan beradaptasi dengan mahasiswa internasional lainnya, di sela kegiatan International Students 2026, di Kampus Fisip Undip Semarang, Kamis (4/9/2026).

Menurutnya, interaksi dengan mahasiswa dari Vietnam dan negara lain juga berlangsung dengan baik. Sejak awal, mereka sudah saling berbagi cerita mengenai budaya dan kebiasaan masing-masing.

Ia menilai mahasiswa Vietnam sangat ramah dan membantu. Interaksi tersebut membuat proses pertukaran budaya berlangsung secara alami.

Selain interaksi dengan sesama mahasiswa internasional, Alissa juga merasakan dukungan dari Undip sejak sebelum keberangkatannya ke Indonesia.

Ia mengatakan, pihak kampus telah memberikan orientasi sebelum mahasiswa datang ke Indonesia. Langkah tersebut membantu mahasiswa internasional memahami lingkungan yang akan mereka hadapi.

Setelah tiba di Indonesia, mahasiswa internasional juga mengikuti kegiatan penyambutan. Menurut Alissa, rangkaian kegiatan tersebut membuat mahasiswa lebih siap sebelum memasuki semester perkuliahan.

“Undip secara umum juga memberikan platform, kesempatan untuk bertukar dan bertemu langsung sebelum semester bahkan dimulai,” ujarnya.

Bagi Alissa, pengalaman selama berada di Semarang bukan sekadar menjalani perkuliahan. Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, mengenal budaya Indonesia, hingga mencicipi kuliner lokal seperti bubur ayam menjadi bagian dari pengalaman yang membuat masa tinggalnya di Undip semakin berkesan.

Hal tersebut sejalan dengan konsep yang dikembangkan Fisip Undip dalam menyambut mahasiswa internasional, yakni menciptakan suasana kampus seperti rumah.

Dekan Fisip Undip Prof. Dr. Teguh Yuwono mengatakan, mahasiswa asing yang datang ke Undip berasal dari berbagai negara, mulai dari Rusia, Jepang, Belanda, Vietnam, Korea, hingga sejumlah negara lainnya.

“Kita menciptakan suasana kampus like a home. Jadi, kampus seperti di rumah. Sehingga mereka enjoy, tidak stres, tidak panik, tidak ketakutan, feel like a home,” kata Prof Teguh.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya bertujuan membuat mahasiswa asing merasa nyaman, tetapi juga mendorong terjadinya pertukaran budaya di lingkungan kampus.

Mahasiswa dari berbagai negara dapat saling mengenal budaya, belajar bersama, hingga menikmati makanan bersama dalam suasana kekeluargaan.

“Jadi, hari ini prinsipnya bahwa temanya adalah Fisip Undip feeling like a home for international student,” ujarnya.

Prof Teguh menambahkan, jumlah mahasiswa asing di Fisip Undip saat ini hampir mencapai 100 orang. Sebagian di antaranya mengikuti program pertukaran, sementara lainnya mengambil pendidikan secara penuh atau full degree.

Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Fisip Undip memperkuat internasionalisasi sekaligus meningkatkan visibilitas Semarang sebagai salah satu destinasi pendidikan.

 

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut