SMAN 12 Semarang Jadi Percontohan Kita Sebaya untuk Edukasi dan Pencegahan HIV
SEMARANG, iNewsJoglosemar.id — Upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar tentang pencegahan HIV mulai dilakukan melalui Program KITA SEBAYA di SMAN 12 Semarang. Setelah pembekalan pendidik sebaya pada Sabtu (22/8/2026), program tersebut kini memasuki tahap pendampingan selama enam pekan.
Program KITA SEBAYA merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) PTNBH yang dipimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sriwijaya (Unsri).
Program ini menggunakan pendekatan teman sebaya sebagai salah satu strategi utama dalam membangun perubahan perilaku. Siswa yang telah dibekali sebagai pendidik sebaya akan menjadi penggerak edukasi bagi rekan-rekannya di lingkungan sekolah.
Pendampingan dilakukan melalui interaksi langsung antarsiswa. Diskusi kelompok, simulasi peran atau role play, serta refleksi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan selama enam pekan.
Model tersebut kemudian diperkuat dengan pemanfaatan Website KITA SEBAYA. Platform digital ini menjadi sarana pendukung agar materi yang diterima siswa tidak hanya diperoleh saat pertemuan tatap muka.
Melalui website tersebut, siswa dapat mengakses materi edukasi, video, kuis interaktif, hingga dashboard untuk memantau perkembangan pembelajaran.
Prof. Dr. dr. Sri Achadi Nugraheni, M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip sekaligus Person in Charge (PIC) Wilayah Kota Semarang, mengatakan tahapan pendampingan disusun secara sistematis agar siswa tidak hanya memahami HIV, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menerapkan perilaku pencegahannya.
Proses diawali dengan pembekalan pendidik sebaya mengenai konsep dasar HIV, cara penularan dan pencegahan, komunikasi efektif, serta penggunaan website KITA SEBAYA.
Setelah pembekalan, pendidik sebaya akan memfasilitasi enam sesi pendampingan. Setiap sesi memiliki fokus materi yang berbeda dan disusun secara berkelanjutan.
Sesi awal membahas pengenalan HIV dan AIDS. Materi kemudian berlanjut pada cara penularan dan pencegahan HIV, penguatan efikasi diri, serta kemampuan berkomunikasi secara asertif dalam menghadapi tekanan dari teman sebaya.
Pendampingan juga membekali siswa dengan literasi kesehatan digital. Pada tahap akhir, siswa diarahkan menyusun komitmen perilaku pencegahan HIV dan melakukan refleksi terhadap seluruh proses pembelajaran.
"Mekanisme Model KITA SEBAYA bekerja secara berkesinambungan mulai dari input, proses, hingga output. Dukungan kolaboratif sekolah, puskesmas, dan Komisi Penanggulangan AIDS menjadi fondasi input, sementara pendampingan interpersonal dan dukungan website menjadi jantung dari proses pembelajaran siswa," ujar Prof. Nugraheni.
Melalui rangkaian tersebut, program KITA SEBAYA menargetkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai HIV sekaligus perubahan pada aspek sikap, efikasi diri, dan literasi kesehatan digital.
Keempat aspek tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya perilaku pencegahan HIV yang mandiri dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Untuk memastikan program dapat berjalan berkelanjutan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh pihak sekolah bersama stakeholder terkait.
Program tersebut juga diarahkan agar dapat terintegrasi dengan kegiatan pembinaan siswa, seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
SMAN 12 Semarang selanjutnya diproyeksikan menjadi percontohan model pencegahan HIV berbasis sekolah. Model KITA SEBAYA diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi di sekolah maupun wilayah lain.
Editor : Enih Nurhaeni