Pendaki 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto, Tim SAR Siapkan Evakuasi
PEMALANG, iNewsJoglosemar.id – Seorang pendaki dilaporkan terjatuh ke kawah Gunung Slamet saat berada di bibir kawah, Selasa (18/8/2026) pagi. Pendaki berusia 16 tahun itu diduga terpeleset saat berswafoto di kawasan puncak Gunung Slamet.
Korban diketahui bernama M. Fahri Maulana, warga Sirampog, Kabupaten Brebes. Ia dilaporkan mendaki Gunung Slamet melalui jalur Sawangan, Kabupaten Pemalang.
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang sekitar pukul 09.00 WIB. Laporan awal disampaikan pihak basecamp Bosapala Sawangan.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, setelah menerima laporan, satu tim SAR langsung diberangkatkan untuk bergabung dengan tim SAR gabungan dan melakukan upaya evakuasi.
“Siang ini kami menerima info dari rekan basecamp Bosapala Sawangan bahwa telah terjadi satu pendaki yang jatuh di kawah Gunung Slamet atas nama M. Fahri Maulana, 16 tahun asal Sirampog Brebes. Saat ini kami telah mengirimkan satu tim bergabung dengan tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi,” ujar Budiono.
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, korban diduga terpeleset ketika berada di sekitar bibir kawah Gunung Slamet.
Seorang pendaki yang berada di lokasi dilaporkan melihat langsung kejadian tersebut. Korban diperkirakan jatuh sejauh 30 hingga 50 meter dari bibir kawah.
Namun, hingga tim SAR bergerak menuju lokasi, kondisi korban belum dapat dipastikan.
Budiono mengatakan laporan sementara menyebutkan tidak terlihat adanya pergerakan dari tubuh korban.
“Kondisi survivor secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan,” katanya.
Petugas masih harus mencapai lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan proses evakuasi.
Medan di sekitar kawah Gunung Slamet menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Selain berada di ketinggian, petugas juga harus mengantisipasi potensi bahaya gas di kawasan kawah.
Tim SAR gabungan membekali diri dengan peralatan evakuasi khusus untuk medan ketinggian. Peralatan tersebut disiapkan untuk menjangkau titik yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban.
Petugas juga membawa breathing apparatus atau tabung oksigen sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya gas beracun di sekitar kawah.
Gunung Slamet sendiri memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah.
Budiono berharap kondisi cuaca mendukung proses pencarian dan evakuasi.
“Saat ini tim telah bergerak ke lokasi, semoga cuaca bersahabat dan tim diberikan kemudahan, kelancaran dan keselamatan dalam melakukan evakuasi,” pungkasnya.
Hingga siang ini, tim SAR gabungan masih bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi pendaki sekaligus melakukan evakuasi dari kawasan kawah Gunung Slamet.
Editor: Enih Nurhaeni