get app
inews
Aa Text
Read Next : Unik! Kemerdekaan di Tengah Rawa Pening, Merah Putih Berkibar Diusung Penari dan Nelayan

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Undip Kirim Dokter hingga Psikolog ke Lokasi Bencana

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:14 WIB
header img
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Undip Kirim Dokter hingga Psikolog ke Lokasi Bencana. (Foto: Istimewa).

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), memantik kepedulian Universitas Diponegoro (Undip).

Merespons kondisi masyarakat di wilayah terdampak, Undip memberangkatkan Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) untuk membantu penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Flores.

Tim yang berada di bawah Pusat Penanggulangan Bencana LPPM Undip tersebut dilepas langsung Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., di Hall Gedung Widya Puraya, Kampus Undip Tembalang, Rabu (19/8/2026).

Sebelum berangkat, para relawan mendapat pengarahan terkait pembagian tugas, kesiapan menghadapi kondisi lapangan, pola komunikasi, hingga koordinasi dengan jejaring penanganan bencana di NTT.

"Hari ini kami melepas Tim Darurat Bencana Undip untuk membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Ada dokter, tenaga kesehatan, tim psikologi, dan unsur lain yang akan bekerja bersama," ujar Prof. Suharnomo.

Menurutnya, keberangkatan D-DART merupakan bentuk kepedulian civitas academica Undip kepada masyarakat Flores yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa layanan medis. Tim juga membawa misi pendampingan psikososial, pemetaan kebutuhan masyarakat, dukungan obat-obatan, hingga bantuan logistik dasar.

"Semoga simpati dan tanda cinta dari Universitas Diponegoro ini dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Kami hadir dengan kemampuan yang kami miliki, tetapi dengan kepedulian sepenuhnya," katanya.

Dokter hingga Tim Psikologi Diterjunkan

Pada tahap awal, sebanyak 5-8 personel diterjunkan dari sejumlah fakultas. Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Tim akan melakukan kaji cepat kondisi masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan di wilayah terdampak.

Selain itu, D-DART akan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) NTT, alumni Undip, serta jejaring penanganan bencana lainnya.

Rute perjalanan juga telah disiapkan berdasarkan kebutuhan lapangan.

Kupang menjadi titik awal untuk berkoordinasi dengan posko utama dan pemerintah setempat. Tim kemudian direncanakan bergerak menuju Nagekeo untuk mendukung kebutuhan obat-obatan.

Perjalanan dilanjutkan menuju Maumere dan Manggarai untuk memberikan pelayanan psikososial serta menyalurkan logistik kebutuhan dasar.

Kondisi geografis Flores yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pemetaan langsung diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Undip Siapkan 15-20 Relawan

Wakil Rektor IV Undip Wijayanto mengatakan gerakan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama civitas academica, termasuk mahasiswa yang ikut menggalang bantuan.

"Kami bergerak cepat merespons musibah ini melalui penggalangan bantuan dan pengiriman tenaga ahli, mulai dari dokter, perawat, hingga tim pendampingan psikososial," ujar Wijayanto.

Menurutnya, kondisi geografis Flores membuat proses pengiriman relawan membutuhkan persiapan matang.

Undip memastikan setiap personel yang dikirim dapat bekerja secara efektif dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang sudah berada di lokasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM Undip Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 15-20 relawan untuk diberangkatkan secara bertahap.

Pada fase awal, personel yang memiliki kemampuan surveilans dan tanggap darurat, khususnya dari unsur medis, menjadi prioritas.

Mereka bertugas membaca kondisi lapangan dan menentukan kebutuhan intervensi selanjutnya.

Undip juga menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung, mulai dari tenda, bahan makanan, obat-obatan hingga kebutuhan dasar lainnya.

Pengiriman relawan berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kemungkinan gempa susulan, luasnya wilayah terdampak, serta keterbatasan penerbangan dan jadwal kapal feri menjadi sejumlah pertimbangan.

D-DART juga tidak bekerja sendiri. Setiap pergerakan tim dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, BPBD, organisasi profesi, alumni Undip, dan jejaring perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan mencegah terjadinya tumpang tindih penanganan.

 

Editor : Enih Nurhaeni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut