Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Sarang Narkoba Serentak, Polisi Amankan 19,29 Gram Sabu hingga 1.261 Pil Yarindo
Advertisement . Scroll to see content

Operasi Patuh! Detik-Detik Polisi Hentikan Truk Mati Lampu di Tengah Tol Semarang

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:52 WIB
  • author Taufik Budi
Operasi Patuh! Detik-Detik Polisi Hentikan Truk Mati Lampu di Tengah Tol Semarang
Operasi Patuh Candi! Detik-Detik Polisi Hentikan Truk Mati Lampu di Tengah Tol Semarang. Foto: Ist

SEMARANG, iNewsJoglosemar.id – Malam itu, ruas Tol Semarang tampak gelap dan sepi. Tiba-tiba, pandangan petugas terhenti pada sebuah truk yang melaju dengan lampu belakang mati. Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi kendaraan lain yang berada di belakangnya. Melihat potensi kecelakaan yang mengintai, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Muhammad Aldian, S.I.K., M.H., yang tengah berpatroli bersama tim Patroli Jalan Raya (PJR) langsung mengambil tindakan tegas.

Tanpa ragu, petugas menghentikan laju truk tersebut. Dalam gelapnya malam tol, lampu belakang yang redup atau mati membuat pengemudi lain di belakang sulit memperkirakan jarak dan kecepatan. Risiko tabrak belakang pun menjadi sangat tinggi. Edukasi pun langsung diberikan kepada sang sopir di tempat.

Petugas mengingatkan pengemudi agar segera memperbaiki lampu belakangnya begitu keluar dari jalan tol. Namun, kepedulian petugas tidak berhenti di situ. Untuk sementara waktu, Dirlantas dan tim PJR membantu memasangkan stiker reflektif atau scotlight pada bagian belakang truk. Stiker ini berfungsi memantulkan cahaya dari kendaraan lain, sehingga keberadaan truk lebih mudah dikenali dan visibilitasnya meningkat di tengah kegelapan.

Kombes Pol. Muhammad Aldian menegaskan, tindakan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026. Pihaknya tidak hanya berfokus mencari pelanggaran, tetapi juga berupaya mencegah kecelakaan melalui langkah nyata di lapangan.

"Dalam Operasi Patuh Candi ini, yang kami utamakan adalah keselamatan masyarakat. Ketika menemukan kondisi kendaraan yang berpotensi membahayakan, kami berupaya memberikan pemahaman kepada pengemudi sekaligus melakukan langkah pencegahan yang diperlukan," ujar Kombes Pol. Muhammad Aldian.

Ia juga mengingatkan bahwa stiker reflektif hanyalah langkah tambahan. Pengemudi tetap wajib memastikan sistem penerangan kendaraannya berfungsi optimal sebelum kembali melintas di jalan raya. Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama.

"Jangan mengabaikan kondisi kendaraan, sekecil apa pun persoalannya. Lampu yang berfungsi dengan baik membantu pengendara lain mengenali keberadaan kendaraan kita," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto menambahkan, Operasi Patuh Candi 2026 yang berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2026 ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat. Pihaknya mengajak seluruh pengguna jalan untuk disiplin dan bertanggung jawab.

"Kami berharap Operasi Patuh Candi tidak hanya meningkatkan kepatuhan masyarakat selama operasi berlangsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.

 

 

 

 

Editor: Enih Nurhaeni

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut