Terlihat massa menggoyang pagar belakang DPRD, memukul dan mencongkel dengan tongkat kayu. Tak butuh lama, pagar besi setinggi dua meter itu jebol. Massa langsung menyerbu halaman. Sementara orang-orang di balik pagar panik, berlarian masuk gedung, mengunci pintu, mematikan lampu, dan menutup semua akses. Suasana kian mencekam.
Mobil-mobil di halaman DPRD jadi sasaran. Batu menghantam bodi, kaca-kaca pecah, alarm meraung. Beberapa kendaraan terbakar, disusul pos keamanan dan kantin. Api membumbung tinggi, asap hitam mengepul. Awak media yang masih di dalam mengabadikan momen mencekam itu dengan kamera ponsel.
Sementara itu, ibu-ibu di dekat petugas keamanan tampak sibuk menata sejumlah perlengkapan untuk acara Sabtu (30/8/2025). Sebagian pria yang semestinya memasang tenda acara, hanya bisa termangu, bersandar di dinding, menyaksikan kekacauan.
“Jangan jauh, tetap bersama!” teriak Joko, wartawan senior, panik mengingatkan rekan-rekannya, termasuk tiga wartawati yang ketakutan. Mereka bergegas menuju ruang kendali CCTV bersama petugas keamanan. Dari layar monitor, petugas mengamati pergerakan pendemo.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait