Mbah Castem kembali memandang lampu itu. Tangannya pelan mendekati saklar.
Klik.
Cahaya putih langsung menyebar memenuhi ruang tamu. Tidak redup, tidak temaram. Terang dan pasti.
Senyumnya semakin lebar. Di rumah sederhana itu, malam tak lagi identik dengan gelap yang membatasi. Kini, cahaya hadir sebagai tanda awal kehidupan yang lebih leluasa.
“Sekarang saya senang sekali. Alhamdulillah, rumah sudah terang. Cucuku bisa belajar lebih nyaman, saya juga tidak perlu menyusahkan tetangga lagi. Terima kasih, akhirnya keinginan saya terkabul,” tuturnya dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Bagi Mbah Castem, mungkin ini hanya satu lampu. Tapi bagi masa depan Nayla, itu bisa berarti waktu belajar yang lebih panjang, mimpi yang lebih tinggi, dan harapan yang tak lagi diburu gelap.
Serka Feri Wida Primawan, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, yang datang memantau pemasangan itu, menyaksikan kebahagiaan nenel dam cucu tersebut.
“Ini bukan hanya soal listrik menyala. Ini soal memberi mereka kemandirian dan kesempatan. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, keluarga bisa beraktivitas tanpa bergantung pada orang lain,” ujarnya.
Editor : Enih Nurhaeni
Artikel Terkait
